Konser Taylor Swift yang dijadwalkan berlangsung di Wina, Austria, dibatalkan oleh promotor musik Barracuda Music setelah pihak berwenang Austria mengumumkan penangkapan dua orang. Mereka diduga sedang merencanakan serangan di lokasi konser tersebut. Pembatalan konser ini sangat mengecewakan bagi para penggemar yang sudah menantikan penampilan sang bintang.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Austria, kedua orang yang ditangkap termasuk seorang pria berusia 19 tahun yang diduga sebagai tersangka utama. Mereka dicurigai merencanakan "serangan teroris terhadap acara-acara di Wina." Konser Taylor Swift disebutkan menjadi salah satu target utama dari tersangka tersebut.
Pihak kepolisian telah menyita bahan kimia dari apartemen tersangka utama dan melakukan pembersihan di sekitar lokasi, termasuk sebagian rumah perawatan, karena khawatir potensi adanya bahan peledak. Tindakan ini diambil sebagai langkah preventif untuk menjaga keselamatan warga dan pengunjung konser.
Menurut Kementerian Dalam Negeri, kedua tersangka diketahui telah terpengaruh oleh ideologi ekstremis di internet dan telah mengambil langkah nyata dalam mempersiapkan serangan. Tersangka utama juga diketahui telah menyatakan kesetiaan kepada kelompok teroris yang menyebut diri mereka "Negara Islam."
Saat ini, Taylor Swift tengah melaksanakan serangkaian konser di Eropa sebagai bagian dari tur "Eras Tour." Dalam pengumuman di Instagram, Barracuda Music menyatakan bahwa semua penggemar yang telah membeli tiket untuk konser tersebut akan mendapatkan pengembalian dana.
