Setelah pembaruan CrowdStrike pada bulan Juli, Delta Airlines mengalami gangguan IT yang mengakibatkan masalah serius pada perangkat yang dikelola oleh Microsoft, serta perangkat lunak milik Delta. Kejadian ini mengecewakan banyak penumpang dan menimbulkan banyak masalah saat mereka melakukan perjalanan.
Gugatan kelas diajukan di Northern District of Georgia. Dalam gugatan tersebut, penumpang mengklaim bahwa mereka tidak diberikan pengembalian dana atau kompensasi yang tepat setelah kejadian yang merugikan ini. Hal ini menunjukkan betapa besar dampak yang dirasakan oleh para penumpang ketika layanan Delta Airlines terganggu.
Salah satu pernyataan dalam gugatan tersebut menyebutkan, "Dampak pada penumpang Delta sangatlah mengerikan. Kegagalan Delta untuk pulih dari gangguan CrowdStrike membuat penumpang terjebak di bandara di seluruh negara dan dunia, dan dalam banyak kasus, ribuan mil dari rumah." Pernyataan ini menggarisbawahi kesulitan dan stres yang dialami oleh penumpang saat berada jauh dari rumah selama saat-saat krisis.
Gugatan ini bukan satu-satunya tantangan hukum yang dihadapi Delta Airlines. Masalah yang muncul akibat gangguan ini menambah daftar tantangan yang harus dihadapi perusahaan penerbangan tersebut.
