Albert Fox Cahn mengalami hari yang sangat kacau ketika mendengar pesan suara mendesak dari broker asuransinya. Pesan tersebut menyatakan bahwa asuransi rumahnya telah dicabut. Hal ini membuatnya panik karena rumahnya yang berusia seratus tahun di Hudson Valley, yang telah menjadi milik keluarganya selama hampir 40 tahun, kini terancam. Jika terjadi kebocoran, kebakaran, atau bahkan jika cabang pohon jatuh, semua itu dapat berakibat fatal bagi keadaan keuangannya.
Setelah beberapa jam dilanda kebingungan, Cahn akhirnya berhasil menghubungi kembali broker asuransinya. Alangkah terkejutnya dia ketika diberitahu bahwa penyebab pencabutan polisnya adalah karena pengawasan menggunakan drone bertenaga AI. Dengan kata lain, teknologi yang tidak sempurna berpotensi membahayakan kondisi keuangannya.
Perusahaan asuransi Travelers tidak hanya menggunakan fotografi udara dan AI untuk memantau atap konsumennya. Mereka bahkan telah mengajukan hampir 50 paten terkait teknologi ini. Dan mungkin, Travelers bukanlah satu-satunya perusahaan asuransi yang menggunakan metode pengawasan dari udara tersebut.
Bagaimana perasaan Cahn tentang situasi ini? Dia menganggap tindakan tersebut bukan hanya mengganggu, tetapi juga salah. Mengawasi rumah tanpa izin terasa sangat invasif baginya.
Situasi yang dialami Cahn ini membuka perbincangan mengenai implikasi etis dan kemungkinan penyalahgunaan teknologi AI dalam pengawasan. Hal ini membuat kita mempertanyakan apakah teknologi benar-benar menjamin keselamatan kita atau justru menimbulkan masalah baru.
