Jumlah Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Pasuruan terus bertambah. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, pada bulan Agustus 2023 sudah ada penambahan dua desa tangguh bencana. Kedua desa tersebut adalah Desa Kayukebek dan Desa Andonosari yang terletak di Kecamatan Tutur.
Dengan penambahan ini, total jumlah Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Pasuruan sekarang mencapai 30 desa. Namun, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa jumlah ini masih belum mencapai separuh dari jumlah total desa yang berada di wilayah rawan bencana.
"Kalau desa rawan bencana ada 80 desa, dan untuk desa tangguh bencana ada 30 desa, jadi belum ada separuhnya," kata Sugeng. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana di Balai Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, pada Kamis, 8 Agustus 2024.
Tahun ini, BPBD telah membentuk sepuluh desa tangguh bencana. Menurut Sugeng, ada dua tujuan utama dalam pembentukan ini. Pertama, agar warga dapat memahami potensi ancaman bencana yang mungkin terjadi kapan saja. Kedua, untuk memastikan warga di dalam Desa Tangguh Bencana siap dan sigap dalam menghadapi kejadian-kejadian tersebut.
"Warganya siap, dan desa nya bisa mandiri dalam menghadapi apapun ancaman bencana yang datang," tegas Sugeng.
Dengan semakin bertambahnya jumlah desa tangguh bencana, Sugeng berharap desa-desa lain akan terinspirasi untuk berkomitmen menciptakan lingkungan yang siap menghadapi berbagai bencana. Komitmen ini termasuk dalam hal sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana yang dimiliki.
Sugeng optimis, "Saya yakin tahun depan akan semakin banyak desa tangguh bencana di Kabupaten Pasuruan. Mudah-mudahan bisa 100 persen dalam waktu yang tidak lama," ujarnya.
