Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Dukungan Militer untuk Muhammad Yunus sebagai Perdana Menteri Ad Interim Bangladesh

Panglima Angkatan Darat Bangladesh, Jenderal Waker-Uz-Zaman, memberikan dukungan penuh kepada Muhammad Yunus, seorang penerima Nobel Perdamaian, yang akan dilantik sebagai perdana menteri ad interim negara itu pada hari Kamis. Ini disampaikan dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Rabu, seperti dilaporkan oleh surat kabar Daily Star.

Jenderal Waker-Uz-Zaman menegaskan bahwa Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara Bangladesh akan bekerja sama untuk mendukung posisi yang akan diemban oleh Yunus. "Saya merasa sangat nyaman berbicara dengannya. Sepertinya dia sangat antusias untuk menjalankan tugas ini. Saya yakin dia akan berhasil membawa kita ke dalam proses demokrasi, dan kita akan mendapatkan manfaat dari itu," ungkap Jenderal Waker-Uz-Zaman.

Pernyataan jenderal juga menyoroti harapannya agar Yunus mendapatkan dukungan dari para mahasiswa serta semua partai politik di Bangladesh. Dukungan ini sangat penting mengingat situasi yang mencekam di negara tersebut saat ini.

Sejak pengumuman aksi "tidak bekerja sama" oleh Gerakan Mahasiswa Anti-Diskriminasi pada hari Minggu, aksi protes telah berlangsung di seluruh Bangladesh. Para mahasiswa, yang menuntut perubahan, terlibat bentrokan dengan polisi dan pendukung pemerintah. Akibat situasi tersebut, Perdana Menteri Sheikh Hasina terpaksa mengundurkan diri dan melarikan diri dari negara itu.

Muhammad Yunus, seorang ekonom dan bankir yang dikenal luas, sebelumnya dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2006. Ia menerima penghargaan tersebut karena upayanya dalam memperkenalkan pembiayaan mikro, sebuah konsep yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yunus rencananya akan kembali ke Bangladesh pada hari Kamis setelah melakukan perjalanan ke Prancis untuk menghadiri Olimpiade dan menjalani perawatan medis.

Situasi politik di Bangladesh kini sangat dinamis, dan semua mata tertuju pada bagaimana Muhammad Yunus akan memimpin pemerintahan interim dalam waktu yang kritis ini.