Pasuruan, 7 April 2023 – Wali Kota Pasuruan, H. Adi Wibowo, S.Tp, M.Si, yang akrab disapa Mas Adi, beserta Wakil Wali Kota Pasuruan, menghadiri acara haul Mbah Sayyid Hasan Sanusi, yang dikenal dengan sebutan Mbah Slagah. Acara ini dilaksanakan untuk mengenang sosok ulama penting yang memiliki pengaruh besar dalam penyiaran agama Islam di Pasuruan. Kegiatan berlangsung pada Senin pagi dan dihadiri oleh banyak warga, khususnya masyarakat Kota Pasuruan.
Mbah Slagah adalah keturunan Sunan Gunung Jati, salah satu tokoh penyebar agama Islam di Indonesia. Ia juga dikenal sebagai motor penggerak para ulama dan santri dalam melawan penjajahan Belanda. Selain itu, beliau merupakan inisiator pembangunan Masjid Jami Al Anwar di Kota Pasuruan. Haul Mbah Slagah diadakan setiap tahun pada tanggal 8 Syawal, yang juga bertepatan dengan Hari Raya Ketupat, sebagai bentuk penghormatan.
Kegiatan haul diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan dengan pembacaan manaqib, yaitu pujian dan pengakuan atas jasa para wali, dan diakhiri dengan tausiyah atau ceramah agama. Dalam sambutannya, Mas Adi mengungkapkan rasa syukurnya bahwa haul Mbah Slagah masih jatuh pada momen Idul Fitri, yang merupakan waktu yang tepat untuk bersilaturahmi dan melakukan halal bi halal.
"Kita sampaikan rasa syukur ini sebagai bagian dari kita untuk mengisi kehidupan yang lebih baik," ujarnya. Ia juga mencatat bahwa biasanya pada tanggal 8 Syawal, banyak pegawai dan pelajar yang telah kembali beraktivitas. Namun, tahun ini suasana libur masih terasa, di mana jamaah yang hadir pada pagi hari ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
Mas Adi menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat tanggung jawabnya dalam melaksanakan kegiatan haul ini. Ia juga berterima kasih kepada panitia yang telah bekerja sama dengan pemerintah untuk menyelenggarakan acara ini dengan baik. "Harapannya, setiap tahun semakin baik sehingga semua jamaah haul semakin khusyuk dan khidmat," tuturnya.
Pemerintah Kota Pasuruan berharap bahwa dengan dukungan yang semakin meningkat, pelaksanaan haul Mbah Slagah dapat berlangsung meriah setiap tahunnya. Ini juga sebagai komitmen untuk menjaga semangat perjuangan Mbah Slagah dalam mempertahankan dan mengusir penjajah dari tanah air. "Pemerintah punya tanggung jawab bagaimana mengisi pembangunan ini dengan baik. Kota Pasuruan sama-sama kita kenal sebagai 'Kota Santri', hal ini yang harus kita jaga," harapnya.
