Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Panen Raya Padi di Pasuruan, Bupati Mas Rusdi Soroti Pentingnya Pangan Berkelanjutan

Bupati Pasuruan, HM. Rusdi Sutejo, telah melaksanakan panen raya padi di Desa Manikrejo, Kecamatan Rejoso pada Senin pagi, 7 April 2025. Kegiatan ini dilakukan secara terkoordinasi dengan 14 provinsi lainnya di Indonesia, beriringan dengan Presiden Prabowo Subianto melalui sambungan virtual dari Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Pada acara panen raya ini, Bupati Rusdi bersama beberapa pejabat penting lainnya, seperti Dandim 0819 Pasuruan, Kapolres Pasuruan Kota, Sekretaris Daerah, dan Kepala Bulog Sub Divre Malang, memanen padi di lahan seluas 18 hektar yang dikelola oleh Kelompok Tani Arab 1 di Dusun Buaran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri, mengungkapkan bahwa setiap hektar lahan mampu menghasilkan padi sebanyak 6,4 ton. Dengan demikian, total produksi padi dari area panen tersebut mencapai 115,2 ton. Padi yang dipanen kali ini merupakan jenis inpari 32 nutrizinc, yang memberikan kandungan gizi penting dan merupakan bantuan dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

"Benih yang diberikan sebanyak 450 kilogram atau 4,5 kwintal," tambahnya menjelaskan lebih lanjut tentang dukungan dalam produksi pangan.

Bupati Rusdi menekankan bahwa Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu lumbung padi andalan di Jawa Timur. Selama tahun 2024, lahan sawah yang dipanen mencapai 136.599 hektar, dengan total produksi 834.489 ton dan produktivitas sebesar 61,09 kwintal per hektar. "Melihat potensi yang ada, kita perlu mengembangkan tanaman pangan khususnya padi." jelasnya.

Padi yang dipanen kali ini adalah varietas unggulan, yang tidak hanya berkontribusi terhadap penyediaan pangan, tetapi juga membantu mencegah stunting pada bayi. Stunting adalah keadaan di mana anak tidak mendapatkan cukup gizi untuk perkembangan yang sehat, sehingga kualitas beras sangat penting.

Beras yang dihasilkan mengandung zinc dan nutrisi lain yang penting untuk pertumbuhan bayi. "Diharapkan dengan penghasilan ini, kebutuhan karbohidrat dan nutrisi dapat terpenuhi," lanjut Bupati.

Lebih jauh, Mas Rusdi menjelaskan bahwa lahan yang digunakan untuk panen raya adalah lahan sawah yang dilindungi (LSD), yang berarti lahan tersebut tidak dialihkan fungsi menjadi non-pertanian. Di Kabupaten Pasuruan, terdapat 29.822 hektar lahan sawah yang dilindungi dan 34.117 hektar lahan pertanian pangan berkelanjutan yang harus dipertahankan untuk produksi padi berkualitas.