Batu, 4 April 2025 – Wali Kota Batu, Nurochman, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah mengikuti proses pelepasan jenazah enam korban tanah longsor. Bencana ini terjadi di jalur Pacet, Kabupaten Mojokerto. Proses pelepasan dilaksanakan di RS Hasta Brata Kota Batu pada Jumat sore.
Acara dimulai sekitar pukul 17.30 WIB dengan diiringi doa bersama dan penyerahan berkas administrasi kepada keluarganya. Wali Kota Nurochman menyampaikan rasa duka yang mendalam. Ia juga memastikan bahwa penanganan korban dilakukan dengan tertib dan penuh penghormatan. “Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujar Nurochman.
Setelah prosesi pelepasan, jenazah diberangkatkan ke rumah duka yang berada di Sidoarjo. Mereka diangkut menggunakan enam unit mobil jenazah yang terdiri dari satu unit mobil Elf milik RS Bhayangkara Batu dan lima ambulans siaga Pemkot Batu. Pengawalan dilakukan oleh satu unit mobil patroli Polres Batu dan didampingi oleh personel Kodim 0818 Malang-Batu.
Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa pejabat, termasuk Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Aditya, serta perwakilan TNI dan tim identifikasi dari Polda Jatim.
Identitas enam korban yang diberangkatkan adalah sebagai berikut:
- Rani Anggraeni (28), perempuan
- Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6), laki-laki
- Putri Qiana Ramadhani (2), perempuan
- H. Wahyudi (71), laki-laki
- Hj. Jainah (61), perempuan
- Saudah (70), perempuan
Lima korban berasal dari Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, sedangkan satu korban berasal dari Desa Suruh, Kecamatan Sukodono. Proses pencarian korban sebelumnya berlangsung selama dua hari. Tragedi longsor adalah pergerakan tanah yang bisa disebabkan oleh hujan deras, gempa bumi, atau faktor lainnya, yang mengakibatkan tanah dan bebatuan bergerak turun, mengancam keselamatan jiwa dan harta benda.
