Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Ribuan Umat Islam Rayakan Idulfitri di Ponorogo

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Umat Islam merayakan Idulfitri, hari kemenangan setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadan. Pada Senin, 31 Maret 2025, suara takbir dan tahmid menggema di seluruh penjuru. Ciri khas dari perayaan ini adalah ungkapan syukur dan sukacita atas bulan suci yang telah dilalui.

Di Kabupaten Ponorogo, momen istimewa ini diwarnai dengan pelaksanaan Salat Id yang dihadiri oleh banyak masyarakat. Bupati Ponorogo, Kang Sugiri Sancoko, bersama Wakil Bupati Bunda Lisdyarita dan Sekretaris Daerah Agus Pramono, turut serta dalam Salat Id yang diselenggarakan di Masjid RMAA Tjokronegoro. Salat Id kali ini diimami oleh Gus Ghufron Al Hafidz, dengan khutbah dipimpin oleh KH Moh. Nurul Huda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo.

Dalam kesempatan ini, Kang Bupati Sugiri Sancoko menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh warga Ponorogo. “Minal aidin wal faizin, saya berdoa semoga kita semua dapat kembali ke fitrah setelah bulan Ramadan dan saling memaafkan saat Lebaran,” ungkapnya. Pesan sederhana namun mendalam ini mengajak kepada semua orang untuk bersikap saling memaafkan.

Khotib KH Moh. Nurul Huda juga memberikan pesan penting dalam khutbahnya. Ia menjelaskan tentang makna kesalehan. Kesalehan vertikal, yaitu hubungan seseorang dengan Allah, harus terus ditingkatkan. Ia mendorong jamaah untuk mempertahankan semangat beribadah yang telah dibangun selama Ramadan. Dengan cara ini, umat dapat mendekatkan diri kepada Sang Khalik dan memperbaiki hubungan dengan-Nya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kesalehan horizontal, atau hubungan antar sesama manusia. “Mari kita jadikan momen Lebaran untuk memperbaiki hubungan satu sama lain, saling memaafkan, dan menjadi orang yang mengedepankan akhlakul karimah,” pesannya. Dalam tradisi Islam, akhlakul karimah adalah akhlak yang baik yang harus dimiliki oleh setiap individu dalam bergaul dengan orang lain.

Idulfitri menjadi simbol harapan baru bagi umat Islam. Kegiatan salat dan doa bersama ini diharapkan dapat memperkuat tali persaudaraan dan membangun masyarakat yang saling mendukung. Dengan semangat saling memaafkan, diharapkan semua masyarakat dapat hidup harmonis dan bahagia.