Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Pasuruan

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan telah menyalurkan ratusan paket bantuan untuk membantu warga yang terdampak banjir di beberapa wilayah. Penyaluran bantuan ini berlangsung di Kecamatan Winongan dan Gondangwetan pada Sabtu, 29 Maret 2025.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Suwito Adi, menjelaskan bahwa total ada 400 paket makanan siap saji yang disiapkan untuk mereka yang terkena dampak. Dua kecamatan, yaitu Winongan dan Gondangwetan, saat ini masih berjuang melawan banjir yang menggenangi wilayah mereka. Selain itu, lima desa di Kecamatan Gondangwetan dan enam desa di Kecamatan Winongan juga terdampak parah.

"Hari ini, kami salurkan paket makanan siap saji untuk warga terdampak banjir di Winongan dan Gondangwetan, karena jumlah desa yang kebanjiran cukup banyak," kata Suwito di sela-sela penyaluran bantuan di Pendopo Kecamatan Winongan. Bantuan ini sangat penting, terutama karena saat ini masih dalam bulan puasa.

Sejak Jumat malam, 28 Maret 2025, 13 desa di 3 kecamatan di Kabupaten Pasuruan mengalami banjir. Ketiga kecamatan tersebut adalah Gondangwetan, Winongan, dan Pasrepan. Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, banjir terparah terjadi di Kecamatan Gondangwetan. Di sana, lima desa seperti Desa Sekarputih, Ranggeh, Pekangkungan, Bajangan, dan Kelurahan Gondangwetan terkena dampak. Di Desa Sekarputih, ketinggian air banjir mencapai 70 sentimeter, terutama di Dusun Triwung.

Di Kecamatan Winongan, enam desa juga mengalami hal yang sama. Beberapa di antaranya adalah Desa Winongan Kidul, Prodo, Lebak, Winongan Lor, Bandaran, dan Desa Sidepan. Di Dusun Karangasem, Desa Sidepan, ketinggian air mencapai 100 sentimeter, sehingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

Lain halnya dengan Desa Jogorepuh di Kecamatan Pasrepan, yang kali ini sudah dua kali mengalami kebanjiran. Hal ini mengejutkan, karena desa tersebut sebelumnya tidak pernah mengalami genangan air yang parah.

Dengan bantuan makanan siap saji ini, Suwito berharap para warga dapat sedikit terbantu dalam memenuhi kebutuhan logistik mereka di tengah kesulitan yang ada. "Apalagi ini masih bulan puasa. Bisa dibayangkan ketika warga masih harus berpuasa sembari menghadapi banjir," tambah Suwito, mengajak masyarakat untuk saling berbagi dan berempati.