Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, kabar kurang baik datang dari Kabupaten Pasuruan. Ternyata, sejumlah wilayah di sana diterjang banjir. Sejak Jumat malam, 28 Maret 2025, setidaknya ada 13 desa yang dikepung oleh air banjir.
Banjir ini terjadi di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Gondangwetan, Winongan, Grati, dan Pasrepan. Menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, di Kecamatan Gondangwetan, terdapat lima desa yang terdampak. Di antaranya adalah Desa Sekarputih, Ranggeh, Pekangkungan, Bajangan, dan Kelurahan Gondangwetan.
Dari lima desa tersebut, banjir terparah terjadi di Desa Sekarputih, khususnya di Dusun Triwung. Di lokasi ini, ketinggian air banjir mencapai 70 sentimeter. Sementara itu, di wilayah Kecamatan Winongan, enam desa juga tengah berjibaku dengan banjir. Desa yang terdampak adalah Desa Winongan Kidul, Prodo, Lebak, Winongan Lor, Bandaran, dan Desa Sidepan. Di Dusun Karangasem, Desa Sidepan, banjir bahkan mencapai ketinggian 100 sentimeter.
Di Kecamatan Pasrepan, Desa Jogorepuh telah mengalami banjir dua kali tahun ini, padahal sebelumnya tidak pernah ada laporan tentang genangan air. Di sisi lain, di Kecamatan Grati, Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon juga terkena imbas banjir dengan ketinggian air sampai 70 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi dan terus menerus menjadi penyebab utama banjir. “Curah hujan yang cukup tinggi terjadi berjam-jam sejak Jumat sore, terutama di wilayah Kecamatan Lumbang dan Puspo,” ujarnya. Selain itu, kondisi air laut yang pasang membuat sungai-sungai seperti Sungai Petung dan Welang tidak mampu menahan debit air yang besar.
Beruntung, hingga saat ini tidak ada korban jiwa atau kerusakan rumah akibat banjir ini. Namun, Sugeng menghimbau masyarakat agar tetap waspada. “Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan. BMKG memprakirakan curah hujan tinggi masih akan berlangsung,” tambahnya.
Ia berharap agar tidak terjadi hujan hari ini, karena air laut diperkirakan mulai pasang pada siang hari dan normal kembali di sore hari. Namun, penting untuk tetap waspada menghadapi musim penghujan seperti sekarang ini.
