Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Sinergi Pemerintah dan Media untuk Informasi yang Akurat di Ponorogo

Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengedepankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan media massa. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa publik mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya. Dengan dukungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Statistik, upaya kolaborasi ini terus diperkuat.

Salah satu langkah konkret adalah melalui acara media gathering bertajuk “Orkestrasi Sinergis Media untuk Ponorogo Hebat”, yang dilaksanakan pada Rabu, 26 Maret 2025. Acara ini bertempat di Dam Cokro Resto Ponorogo dan dihadiri oleh lebih dari 90 insan pers dari berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun online. Dalam acara ini tampak hadir Kang Bupati Sugiri Sancoko, Wakil Bupati Bunda Lisdyarita, Ketua DPRD Ponorogo, serta perwakilan dari Dandim 0802, Waka Polres Ponorogo, Kantor Kemenag, dan BPS Ponorogo.

Kang Bupati Sugiri Sancoko dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya hubungan yang saling menguntungkan antara pemerintah dan media. Menurutnya, kerja sama yang telah terjalin selama ini harus terus diperkuat untuk mendukung pembangunan Ponorogo. Ia pun menyampaikan, "Terima kasih selama ini telah terjalin kerja sama yang baik, mudah-mudahan ke depan semakin baik."

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik, Sapto Jatmiko, juga menekan pentingnya peran media sebagai pilar keempat demokrasi. Ia menjelaskan bahwa media berfungsi tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pencerah bagi masyarakat dalam memahami kebijakan pemerintah. Hal ini menjadi sangat relevan di era digital, di mana informasi yang salah atau hoax banyak beredar.

Menurut Sapto, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah munculnya banyak informasi yang didasarkan pada persepsi, bukan fakta. "Di era digitalisasi ada potensi hoax, banyak informasi yang berdasarkan persepsi dan opini, dan ini bisa merubah fakta. Media, baik cetak maupun online, harus bisa mengcounter persepsi dan opini yang berpotensi memecah belah masyarakat," jelasnya.

Dengan upaya kolaborasi ini, diharapkan Ponorogo dapat menjadi daerah yang lebih hebat dan masyarakatnya sejahtera dengan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.