Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pemerintah Kabupaten Pasuruan Siap Jadi Proyek Percontohan Sekolah Rakyat

Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan menjadi proyek percontohan dalam pendirian Sekolah Rakyat di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Bupati Pasuruan, HM. Rusdi Sutejo. Ia menjelaskan bahwa sekolah ini adalah inisiatif yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2025/2026.

Dalam mendukung pembangunan Sekolah Rakyat, Bupati Rusdi telah mengutus Kepala Dinas Sosial, Suwito Adi, untuk pergi ke Jakarta. Di sana, Suwito bertemu langsung dengan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, atau yang sering dipanggil Gus Ipul. Tujuannya adalah untuk menyerahkan proposal mengenai pendirian dan penyelenggaraan sekolah rakyat.

Bupati Rusdi menyatakan, "Kami sudah mengutus Kadinsos untuk ke Jakarta dan telah bertemu dengan Mensos Gus Ipul. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, dan proposal pendirian maupun penyelenggaraan sekolah rakyat." Ini menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan.

Dalam proposal yang diajukan, terdapat banyak hal yang diusulkan. Salah satunya adalah lokasi sekolah. Pemkab Pasuruan merencanakan untuk menggunakan bekas Kantor Pemkab Pasuruan yang terletak di Jl Hayam Wuruk sebagai tempat sekolah rakyat. Bupati menjelaskan, "Karena bangunannya masih bagus semua. Ada banyak ruangan yang bisa dirubah atau diperbaiki sedikit namun saya rasa tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya. Tempatnya juga luas, ada lapangan, ada masjid, area parkir dll."

Selain tempat, Pemkab Pasuruan juga mengusulkan untuk membuka enam rombongan belajar (rombels), di mana setiap rombel akan diisi oleh 25 siswa. Sekolah ini akan menyasar jenjang pendidikan dari SMP hingga SMA.

Bagi calon siswa-siswi, Sekolah Rakyat ini akan menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas. Mereka yang menjadi prioritas adalah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, berdasarkan kriteria desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sekolah ini juga akan memberikan kesempatan kepada siswa yang memiliki prestasi akademik yang menonjol, meskipun berasal dari latar belakang ekonomi yang kurang beruntung.

Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak di Pasuruan dan menjadi contoh untuk daerah lain dalam menyediakan pendidikan yang lebih baik bagi yang membutuhkan.