Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pemerintah Kota Pasuruan Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah

Pemerintah Kota Pasuruan bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaksanakan kegiatan Training of Trainer (ToT) bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah. Acara ini diadakan di Gedung Gradika Bhakti Praja pada hari Senin, 24 Maret 2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, S.Tp., M.Si. atau yang akrab disapa Mas Adi. Dalam acara ini, Mas Adi dihadiri oleh berbagai pejabat penting, antara lain perwakilan dari Bank Indonesia Malang, Plt. Kepala OJK Malang, Kepala Kemenag Pasuruan, Ketua DPRD Kota Pasuruan, dan para camat di lingkungan Pemkot Pasuruan.

Selama sambutannya, Mas Adi mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara OJK Malang dan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam menyelenggarakan acara ini. Ia menekankan bahwa sektor jasa keuangan yang semakin berkembang sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Penting sekali untuk memiliki pengetahuan yang memadai dalam sektor jasa keuangan. OJK memiliki peran krusial dalam mengatur, mengawasi, serta melindungi masyarakat dari kerugian," ujar Mas Adi. Pernyataan ini menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap keuangan agar tidak terjebak dalam masalah finansial.

Mas Adi juga mengutip hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024. Ia menyebutkan bahwa indeks literasi keuangan Indonesia tercatat sebesar 65,43 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 75,02 persen. Namun, ia mengingatkan bahwa terdapat kesenjangan antara literasi dan inklusi yang perlu menjadi perhatian.

“Adanya gap antara literasi dan inklusi ini perlu menjadi perhatian, mengingat banyaknya masyarakat yang terjebak dalam pinjaman online akibat kurangnya pemahaman terkait produk jasa keuangan yang aman,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal ini, Mas Adi menyatakan bahwa kegiatan Training of Trainer adalah momentum strategis untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM). Penyuluh agama dan takmir masjid, yang sering berinteraksi dengan masyarakat, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengetahuan mereka dalam bidang keuangan syariah.

“Ini adalah momentum yang tepat untuk penguatan SDM, khususnya bagi penyuluh agama dan takmir masjid yang kerap bersinggungan dengan umat dengan kapasitas pengetahuan yang berbeda-beda,” kata Mas Adi.

Melalui kegiatan ini, Wali Kota berharap ekonomi Kota Pasuruan dapat terus berkembang dengan baik, seiring dengan pesatnya perkembangan sektor keuangan digital saat ini.