Kota Blitar, 24 Maret - Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia yang diperingati setiap tanggal 24 Maret, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar menegaskan komitmennya untuk mendukung program nasional eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030. TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, dan dapat menyerang bagian tubuh mana pun, paling sering paru-paru.
Tahun ini, Dinas Kesehatan Kota Blitar berperan aktif dalam Gerakan Aksi Indonesia Akhiri Tuberkulosis. Mereka berencana untuk meningkatkan berbagai langkah nyata dalam memerangi penyakit ini. Salah satu upaya utama adalah dengan mempercepat screening aktif, yaitu pemeriksaan kesehatan untuk menemukan kasus TBC pada individu. Kampanye deteksi dini difokuskan pada kelompok populasi yang berisiko tinggi, seperti orang-orang dengan sistem imun yang lemah dan mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga akan melakukan investigasi kontak. Ini adalah proses pemeriksaan untuk menemukan orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan pasien TBC yang terdiagnosis, untuk memastikan mereka juga tidak terinfeksi. Dalam investigasi ini, Dinkes juga akan memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), yang bertujuan untuk mencegah perkembangan penyakit pada individu yang berisiko.
Kegiatan kampanye ini menunjukkan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk mengedukasi dan mendorong semua orang agar lebih peduli dengan kesehatan mereka, terutama terkait TBC. Dengan dukungan dari semua pihak, diharapkan angka kasus TBC dapat berkurang secara signifikan menjelang tahun 2030.
