Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin, mengajak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menjadi garda terdepan dalam menghadapi serangan siber. Permintaan ini disampaikan di tengah perkembangan pesat internet yang membawa tantangan bagi keamanan data dan privasi masyarakat.
Menurut Wapres, saat ini terdapat sekitar 185,3 juta pengguna internet di Indonesia. Angka ini menunjukkan betapa luasnya pemanfaatan internet oleh masyarakat. Namun, di balik angka yang besar itu, terdapat kerentanan terkait potensi serangan siber.
"Dengan berbagai kasus kebocoran data yang terjadi belakangan ini, kita menyadari lemahnya sistem keamanan siber negara kita, juga rendahnya literasi digital masyarakat kita yang semakin memudahkan penjahat siber melakukan aksinya," tandas Ma'ruf Amin, dalam sambutannya pada Seminar Peserta Didik Sekolah Staf Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Pendidikan Reguler ke-33.
Literasi digital adalah kemampuan individu dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif. Dengan meningkatnya jumlah pengguna internet, penting untuk memastikan bahwa masyarakat tidak hanya bisa mengakses informasi, tetapi juga memahami cara melindungi diri mereka dari ancaman siber.
Pernyataan Wapres ini diharapkan dapat mendorong Polri untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) mereka dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia maya yang semakin kompleks. Keamanan siber merupakan isu penting, mengingat banyaknya data pribadi yang beredar di internet.
Para peserta seminar diharapkan dapat mengambil pelajaran berharga dari pernyataan Wapres, untuk menerapkan pengetahuan yang didapat dalam bertugas di lapangan. Keamanan siber bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi juga seluruh masyarakat.
