Pada hari Rabu, ribuan pengunjuk rasa anti-rasisme berkumpul di Walthamstow, London. Mereka menyuarakan pesan perdamaian dan meneriakkan kalimat “cinta, bukan kebencian.” Protes ini diadakan sebagai respons terhadap kerusuhan yang dilakukan oleh kelompok kanan jauh di berbagai kota di Inggris.
Walthamstow dikenal sebagai daerah yang menjadi lokasi protes di luar pusat imigrasi. Kelompok kanan jauh dikabarkan merencanakan protes di sana. Namun, para pengunjuk rasa anti-rasisme telah mengambil alih area tersebut dengan kerumunan yang memanjang setidaknya satu mil. Polisi terlihat menjaga keamanan di sekitar lokasi protes.
Protes ini muncul setelah serangkaian kerusuhan ditimbulkan oleh serangan terhadap Masjid Southport Islamic Society pada hari Selasa. Serangan itu terjadi setelah menyebarnya informasi yang salah mengenai identitas pelaku, menyusul insiden penikaman tiga gadis di sebuah kelas tari bertema Taylor Swift.
Sejumlah influencer dan politisi dari kelompok kanan jauh telah secara terbuka menebarkan sentimen rasis dengan menyebarkan informasi yang menyesatkan tentang identitas pelaku. Sementara itu, pengamat dan aktivis mengingatkan bahwa retorika anti-imigran dari politik mainstream turut memperburuk situasi ini.
Protes ini adalah contoh nyata solidaritas masyarakat terhadap isu anti-rasisme yang semakin meningkat di Inggris. Mereka menunjukkan bahwa cinta dan solidaritas dapat mengalahkan kebencian dan diskriminasi.
