Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Pentingnya Peran Modin Jenazah di Kota Pasuruan

Di tengah kesedihan dan kehilangan, tidak semua orang memiliki keberanian untuk memandikan jenazah. Namun, di Kota Pasuruan, terdapat para pahlawan kemanusiaan yang siap menjalankan tugas mulia ini, yaitu modin jenazah. Mereka adalah sosok yang memiliki keikhlasan dalam membantu keluarga yang berduka.

Pada acara Pembinaan Petugas Pemulasaran Jenazah yang diadakan pada hari Selasa, 11 Maret 2025, Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menyampaikan betapa pentingnya peran tersebut. “Mereka adalah orang-orang yang mulia. Pahala besar menanti mereka karena menjadi tangan terakhir yang menyucikan jenazah sebelum kembali kepada Sang Pencipta,” ujarnya.

Menjalankan tugas memandikan jenazah tidak hanya merupakan bentuk ibadah. Ini juga menjadi pengingat bagi kita bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti bagi setiap manusia. “Semoga kita semua diberikan keimanan yang lebih kuat dan dikaruniai keturunan yang saleh dan salehah,” tambahnya.

Modin jenazah memiliki peran yang sangat penting dalam membantu masyarakat menghadapi peristiwa kematian, terutama dalam konteks tradisi keagamaan di Pasuruan. Mereka mencerminkan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi kepedulian, gotong royong, dan penghormatan terhadap sesama.

Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pekerja sosial ini, Wali Kota juga menyoroti pentingnya pembangunan fasilitas publik. Perbaikan Taman Pemakaman Umum (TPU) menjadi sorotan untuk memastikan bahwa makam-makam di kota ini ditata dan dirawat dengan baik. “Makam hendaknya ditata dan dirapikan layaknya taman makam pahlawan,” ujar Mas Adi.

Pada umumnya, Pasuruan dikenal sebagai Kota Santri, yang berarti memiliki tradisi keislaman yang kuat. Hal ini terlihat dari banyaknya pesantren dan infrastruktur pendukung seperti Payung Madinah dan Masjid Khas Krampyangan yang baru saja diresmikan. Kehidupan sosial masyarakatnya juga mencerminkan nilai-nilai asah, asih, dan asuh, yang menguatkan rasa kepedulian dan gotong royong di antara warganya.

Pemerintah Kota Pasuruan terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini termasuk rencana untuk menyediakan pemakaman yang layak dan terawat. “Bukan hanya infrastruktur kota yang dibangun, tetapi juga fasilitas untuk kehidupan setelah dunia,” pungkas Mas Adi.

Acara ini menjadi momen penting bagi para petugas pemulasaran jenazah. Mereka mendapatkan pembinaan, sekaligus penghargaan atas jasa luar biasa yang telah mereka lakukan untuk masyarakat.