Pasuruan - Seiring dengan meningkatnya transaksi pembelian barang melalui marketplace, Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan mengambil langkah nyata untuk mendukung para pengusaha mikro di daerah tersebut. Pada hari Selasa (11/3), Dinas Koperasi dan UMKM mengadakan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemasaran pengusaha mikro melalui metode live shop dan platform online lainnya.
Kegiatan ini bertajuk "Pemberdayaan Kelembagaan Potensi dan Pengembangan Usaha Mikro tahun 2025" dan berlangsung di gedung PLUT Kota Pasuruan. Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, membuka acara tersebut dan mengingatkan semua peserta untuk menjadi adaptif terhadap perkembangan teknologi, terutama yang berkaitan dengan pemasaran produk.
Mas Adi menjelaskan, ketika pengusaha dapat menguasai pemasaran berbasis teknologi, mereka akan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperluas pasar. "Jika jualan secara konvensional, yang beli lingkupnya kecil. Namun jika kita jualan menggunakan media sosial atau marketplace, tidak hanya tetangga yang beli. Tapi juga memungkinkan orang luar Pasuruan bahkan luar negeri," ujarnya. Hal ini memberikan perspektif baru bagi para pelaku usaha untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
Wali Kota juga menggarisbawahi bahwa tantangan yang dihadapi pengusaha mikro tidak hanya masalah permodalan dan peningkatan kualitas produk, tetapi juga pentingnya memperluas jangkauan pasar. "Maka dari itu, saudara-saudara harus peka kira-kira melalui media apa yang cocok untuk menjual produk. Jika segmennya anak muda, mungkin melalui Tiktok, Instagram, atau marketplace kekinian," tambahnya.
Selain itu, Mas Adi mengingatkan tentang perubahan pola belanja masyarakat yang semakin tergantung pada digitalisasi. Belanja online saat ini jauh lebih praktis dibandingkan harus mengunjungi toko secara fisik. Namun, dengan transaksi online, penting untuk membangun kepercayaan (trust) konsumen. "Karena kalau kita jualan online, konsumen tidak tahu secara langsung produknya. Jadi spesifikasi produk di gambar harus sama dengan yang dikirim. Karena jika konsumen tidak puas, beli sekali saja sudah kapok," tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberi wawasan baru bagi pengusaha mikro dalam mengembangkan usaha mereka secara lebih efektif di era digital ini.
