Walikota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, S.H.I, menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk turut serta dalam upaya pencegahan kebakaran yang semakin meningkat di Kota Blitar. Panggilan ini muncul setelah tercatatnya peningkatan jumlah insiden kebakaran di kota tersebut pada tahun 2024.
Berdasarkan data dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Blitar, terdapat 31 kejadian kebakaran yang dilaporkan pada tahun 2023. Namun, pada tahun 2024, jumlah tersebut meningkat menjadi 36 insiden kebakaran. Bayu Wijaya, Kepala UPT Damkar, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran adalah kelalaian masyarakat.
Kelalaian tersebut antara lain mencakup lupa mematikan kompor, membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah tanpa pengawasan, dan korsleting listrik. Kebakaran ini dapat mengakibatkan kerusakan yang serius, baik pada properti maupun keselamatan jiwa.
Walikota Blitar menekankan pentingnya kesiapan alat-alat pemadam kebakaran di rumah-rumah warga. Dia mengatakan, "Warga perlu memastikan peralatan antisipasi kebakaran lebih lengkap agar api dapat dipadamkan dengan cepat sebelum tim pemadam tiba." Hal ini menunjukkan betapa vitalnya peran masyarakat dalam mencegah kebakaran.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik. Dengan cara ini, diharapkan potensi korsleting yang bisa menimbulkan kebakaran dapat diminimalisasi. Kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menggunakan listrik sangat penting untuk menjaga keselamatan bersama.
Warga Kota Blitar diingatkan untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan alat kelistrikan dan memastikan api benar-benar mati setelah menyelesaikan aktivitas membakar sampah. Melalui kerjasama dan kesadaran bersama, diharapkan insiden kebakaran dapat ditekan dan kota Blitar tetap aman.
