Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Usaha Mukena Masnia Meningkat Pesat di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan menjadi waktu yang sangat istimewa bagi Masnia, seorang pengusaha dari Desa Pajaran, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Ia mengungkapkan bahwa permintaan mukena, alat sholat khusus untuk wanita Muslim, meningkat drastis dalam beberapa minggu terakhir. Hal ini terlihat dari butik miliknya yang sering kehabisan stok, sehingga ia harus memproduksi mukena lebih banyak.

"Ini lagi buat mukena, karena banyak yang pesan untuk lebaran," ungkap Masnia saat ditemui di butiknya pada Senin, 10 Maret 2025.

Dalam sehari, Masnia mampu memproduksi hingga 5 kodi mukena, yang setara dengan sekitar 100 buah. Mukena yang paling banyak diminati adalah jenis travelling yang simpel, tanpa bordir atau sulaman yang rumit. Harganya pun terjangkau, mulai dari Rp 80.000 hingga Rp 100.000.

Sementara itu, untuk mukena premium, Masnia tidak memproduksi dalam jumlah banyak. Pengerjaan mukena ini dilakukan secara manual, sehingga harganya lebih tinggi, mencapai Rp 450.000. "Kebanyakan dibeli reseller untuk dijual lagi dengan harga yang berbeda. Namanya mukena travelling, hiasannya hanya renda saja," jelasnya.

Pembuatan mukena ini tidak dilakukan sendirian. Masnia dibantu oleh beberapa pekerja yang mengurus proses pengolahan kain, mulai dari memotong, menjahit, hingga bordir. Namun, untuk motif dan desain, semua merupakan hasil karya Masnia sendiri. "Kalau desain dan motif itu semua dari saya sendiri," katanya singkat.

Perjalanan Masnia sebagai seorang pengusaha busana Muslim dimulai pada tahun 2017. Awalnya, Masnia mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan. Sejak saat itu, pesanan mulai berdatangan. "Pokoknya terima kasih untuk Disperindag, karena telah membantu memperkenalkan produk Masnia Collection," tuturnya.

Kini, Masnia merasa sangat bersyukur. Perjuangannya tidak sia-sia, dan ia mencatatkan omset di kisaran Rp 50 juta hingga Rp 70 juta per bulan. "Alhamdulillah dari mukena tahun 2017, kami berkirim ke pasar lokal, Surabaya, Malang, dan bahkan daerah lain seperti Jakarta dan Aceh," tutupnya.