Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Program Kesehatan Gratis untuk Warga yang Berulang Tahun Diterapkan di Pasuruan

Kota Pasuruan telah menerapkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini ditujukan bagi seluruh warga negara yang merayakan ulang tahun. Sejak diluncurkan pada 12 Februari 2023, PKG telah berlangsung selama beberapa pekan dan berhasil menarik perhatian warga.

Hingga saat ini, sebanyak 197 orang sudah mendaftar untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Dari jumlah tersebut, 171 orang telah hadir untuk menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (nakes) dari delapan Puskesmas yang berada di wilayah Kota Pasuruan. Namun, ada beberapa orang yang tidak hadir, dengan alasan beragam, mulai dari berhalangan hingga belum tiba pada tanggal ulang tahun mereka.

Untuk memantau pelaksanaan program ini, pada hari Jumat, 7 Maret 2023, diadakan rapat koordinasi (rakor) di ruang Untung Suropati I, Sekretariat Daerah Kota Pasuruan. Rapat ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, yang turut dihadiri oleh Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, dan lurah se-Kota Pasuruan.

Wali Kota yang akrab disapa Mas Adi mengimbau masyarakat Kota Pasuruan untuk tidak menyia-nyiakan "kado ulang tahun" yang diberikan oleh negara. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.

Adapun Mas Adi juga mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat yang mendaftar untuk PKG masih dapat ditingkatkan. Ia percaya jika ada kolaborasi yang lebih kuat antar berbagai pihak, jumlah peserta program ini akan meningkat. "Salah satu caranya adalah kita sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) menjadi role model bagi masyarakat untuk memanfaatkan program cek kesehatan gratis ini," ujarnya. Ia menyatakan pentingnya peran camat, lurah, dan anggota PKK dalam mensukseskan program ini dengan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi.

Mas Adi percaya, jika para ASN menunjukkan contoh dengan mendaftar dan memanfaatkan program ini, mereka akan menjadi "influencer" bagi masyarakat. "Kita mulai dari internal kita sendiri dulu. Jika kita sudah menjadi contoh, mengajak masyarakat akan lebih mudah," imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Mas Adi mengingatkan agar semua pihak tidak lelah untuk terus melakukan sosialisasi mengenai pelaksanaan PKG. Sosialisasi bisa dilakukan baik melalui media sosial maupun dengan cara konvensional, seperti tatap muka di lingkungan masyarakat.