Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Semua Siswa SDN Jeladri 1 Kembali ke Sekolah, Bupati Pasuruan Pastikan Keamanan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, baru-baru ini mengunjungi SDN Jeladri 1 untuk memastikan bahwa semua siswa dapat kembali ke sekolah mereka. Dalam kunjungan pada Kamis (6/3/2025) siang ini, Bupati menegaskan bahwa tidak ada lagi aksi penyegelan, penyerobotan, atau pengrusakan pada sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut.

Urusan pendidikan, menurut Bupati, harus menjadi prioritas utama. Ia menyatakan bahwa seluruh siswa di SDN Jeladri 1 berhak untuk mendapatkan pendidikan secara penuh tanpa harus merasa takut atau tidak nyaman. "Urusan pendidikan menjadi prioritas yang kami utamakan," ungkapnya. Ia ingin para pelajar merasa aman selama belajar, baik di kelas maupun di rumah.

Selama kunjungannya, Bupati Rusdi meminta kepada pihak sekolah dan orang tua murid untuk segera melaporkan kepada pemerintah jika ada pihak-pihak yang berusaha mengganggu kegiatan belajar mengajar. Ia juga menjelaskan bahwa siapa pun yang merasa memiliki hak atas tanah di atas bangunan sekolah, dapat mengajukan gugatan class action ke Pengadilan.

"Jangan main datang kemudian langsung menyegel atau merusak sarana prasarana dengan seenaknya. Itu namanya pidana," tegas Bupati. Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk melindungi hak pendidikan para siswa.

Bupati Rusdi juga mengungkapkan apresiasinya kepada para guru yang tetap menjalankan tugasnya dengan baik, meskipun dalam keadaan yang terbatas. "Terima kasih kepada Kepala Sekolah dan para guru yang luar biasa dalam mencerdaskan anak-anak," ujarnya.

Saat ini, meskipun siswa sudah diperbolehkan kembali ke sekolah, hanya ada tiga ruang kelas yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Tiga kelas lainnya masih dalam proses perbaikan yang baru saja dimulai. Bupati Rusdi meminta agar proyek perbaikan tersebut dilanjutkan pada awal bulan depan atau akhir Maret ini.