Elon Musk, CEO perusahaan teknologi besar, kini terlibat dalam perselisihan dengan pemerintah Inggris setelah mengeluarkan pernyataan yang memicu kontroversi. Perselisihan ini berawal dari kerusuhan yang terjadi di beberapa kota di Inggris, yang diduga dipicu oleh informasi yang salah yang beredar di platform X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter, yang dimiliki oleh Musk.
Dalam sejarahnya, informasi salah atau "disinformasi" adalah informasi yang tidak akurat dan dapat menyesatkan masyarakat. Ini sering kali menjadi penyebab ketegangan sosial, terutama dalam konteks kerusuhan seperti yang terjadi di Inggris baru-baru ini.
Pada hari Minggu, Musk memposting di X bahwa "perang saudara adalah sesuatu yang tak terhindarkan" sebagai tanggapan terhadap komentar dari Ashley St Clair, yang menyebut kerusuhan tersebut sebagai "dampak dari migrasi massal dan perbatasan terbuka." Pernyataan ini mendapatkan kritik keras dari Downing Street, kantor resmi perdana menteri Inggris.
Juru bicara Perdana Menteri Keir Starmer menanggapi pernyataan Musk pada hari Senin, menyatakan bahwa "tidak ada justifikasi untuk komentar seperti itu." Tanggapan ini menunjukkan bahwa pemerintah Inggris merasa pernyataan Musk bisa memperkeruh situasi yang sudah tegang.
Menanggapi kritik tersebut, Musk kemudian membalas dengan menyentil video yang diunggah Starmer. Dalam video tersebut, Starmer mengutuk serangan terhadap masjid dan umat Muslim. Musk mempertanyakan, “Haruskah Anda tidak lebih khawatir tentang serangan pada semua komunitas?” Tulisannya ini menarik perhatian luas, menerima 168.000 suka dan dilihat oleh 8,7 juta orang hingga saat ini.
Situasi di Inggris belakangan ini memang sangat kacau. Beberapa negara lain, termasuk Malaysia, UAE, dan Indonesia, bahkan mengeluarkan peringatan perjalanan untuk warganya. Hal ini sebagai respons terhadap serangan rasis dan Islamofobia yang dilakukan oleh sekelompok orang di beberapa kota seperti Liverpool, Manchester, Sunderland, Belfast, dan Hull.
Kerusuhan yang terjadi tidak hanya mempengaruhi masyarakat setempat tetapi juga menarik perhatian global. Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi yang benar dan tanggung jawab sosial dari tokoh publik, termasuk pengusaha seperti Musk, dalam menciptakan suasana yang damai.
