Yiech Pur Biel, seorang atlet asal Sudan Selatan, telah menjadi simbol harapan bagi jutaan orang yang terpaksa mengungsi akibat konflik. Saat masih bocah, Yiech harus meninggalkan rumahnya demi keselamatan. Dia melarikan diri dari kekacauan di Sudan Selatan dan mencari perlindungan di kamp pengungsi Kakuma yang terletak di Kenya.
Di Kakuma, Yiech menemukan cinta dan kecintaan pada olahraga. Berkat tekad dan kerja kerasnya, ia berhasil terpilih untuk menjadi bagian dari tim pengungsi pertama yang mengikuti Olimpiade. Pada tahun 2016, ia mewakili Tim Pengungsi Olimpiade di ajang bergengsi Olimpiade Rio de Janeiro sebagai pelari.
Kini, Yiech tidak hanya dikenal sebagai seorang Olympian, namun juga sebagai Duta Besar UNHCR, yaitu Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas membantu pengungsi. Dalam perannya, Yiech menginspirasi atlet pengungsi lainnya dan masyarakat luas dengan semangat juangnya.
"Di dunia yang dipenuhi oleh konflik dan ketidakpastian, Olimpiade menawarkan harapan, kemanusiaan, dan yang terpenting, solidaritas," ujar Yiech. "Ini mengingatkan kita akan kekuatan yang menyatukan orang-orang, menjembatani perpecahan, dan menciptakan perubahan positif."
Kontribusi dan perjalanan inspiratif Yiech menjadi pengingat bahwa meskipun menghadapi banyak rintangan, harapan dapat tetap bersinar melalui olahraga. Kini menjelang Olimpiade Paris 2024, semangat dan tujuan Yiech terus memberikan motivasi bagi para pengungsi di seluruh dunia untuk bermimpi dan berjuang.
