Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia bekerja sama dengan Monash University Indonesia mengadakan audiensi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI pada Rabu, 31 Juli 2024. Pertemuan ini dihadiri oleh Lolly Suhenty, Anggota Bawaslu Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan AJI dan Monash University Indonesia mempresentasikan hasil laporan berjudul "Pemantauan Ujaran Kebencian terhadap Kelompok Rentan pada Pemilu 2024". Laporan ini merupakan hasil analisis dan pengumpulan data mengenai ujaran kebencian yang terjadi selama proses kampanye.
Selama periode September 2023 hingga Februari 2024, AJI dan Monash Data & Democracy Research Hub melakukan pemantauan intensif atas ujaran kebencian dan narasi yang dapat memecah belah masyarakat. Pemantauan ini bertujuan untuk memberi informasi kepada pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan agar mereka dapat lebih siap mengantisipasi dampak negatif dari ujaran kebencian dan disinformasi.
Salah satu temuan penting dari Hate Speech Monitoring Dashboard (Dashboard Pemantauan Ujaran Kebencian) yang diluncurkan pada 12 Februari 2024 adalah bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam ujaran kebencian yang menargetkan sembilan kelompok rentan selama kampanye Pemilu 2024. Temuan ini menunjukkan betapa pentingnya upaya pemantauan dan pencegahan ujaran kebencian dalam konteks demokrasi.
Informasi lebih lanjut mengenai hasil pemantauan ini dapat ditemukan di laman resmi AJI Indonesia. Upaya pemantauan seperti ini sangat penting untuk menjaga persatuan dan mencegah polarisasi sosial di masyarakat menjelang pemilu yang akan datang.
