Gaji guru di Kecamatan Ende, Nusa Tenggara Timur, sangat memprihatinkan. Seorang guru honorer hanya mendapatkan bayaran sekitar Rp250 ribu per bulan. Angka tersebut jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Andreas Hugo Pareira, anggota Komisi X DPR RI yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan, menyoroti kondisi guru di daerah terpencil. Ia menyatakan, "Kondisi seperti itu sering sekali kita temui di daerah-daerah terpencil. Kesejahteraannya sangat minim." Ia juga menambahkan bahwa banyak guru honorer yang harus menunggu berbulan-bulan untuk menerima gaji oleh pemerintah.
Bagi guru, gaji yang rendah tidak sebanding dengan perjuangan mereka. Banyak guru yang harus menempuh perjalanan jauh dan melewati medan yang berat untuk sampai ke sekolah. "Pendapatan guru di daerah tak sebanding dengan perjuangan mereka mengajar," ungkapnya. Semangat mengabdilah yang menjadi modal bagi mereka untuk tetap bertahan dalam mendidik anak-anak di daerah tersebut.
AHP juga menekankan pentingnya peran negara dalam menangani kesejahteraan guru, khususnya mereka yang mengajar di wilayah 3TP (Tertinggal, Terluar, dan Termiskin) serta di luar Pulau Jawa. "Kehadiran negara sangat penting dalam dunia pendidikan," ujarnya. Kesejahteraan guru yang memadai akan berdampak positif bagi masa depan pendidikan di Indonesia.
Dengan kesederhanaan dan keinginan yang kuat untuk mengubah nasib melalui pendidikan, para guru ini tetap berkomitmen untuk mendidik siswa-siswi mereka. Namun, tantangan yang mereka hadapi sangatlah besar.
