Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Kenaikan Harga Sembako Jelang Ramadan di Kabupaten Pasuruan

Menjelang bulan suci Ramadan 1446 hijriah, harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasar tradisional Kabupaten Pasuruan mengalami kenaikan yang signifikan. Kenaikan ini terjadi pada beberapa komoditas penting seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Ngempit, Farida, mengatakan bahwa harga cabai rawit kini melonjak dari Rp 80 ribu per kilogram menjadi Rp 100 ribu. Kenaikan harga juga terjadi pada cabai merah besar, yang sebelumnya seharga Rp 35 ribu per kilogram kini meningkat menjadi Rp 50 ribu. Untuk cabai merah kualitas super, harganya mencapai Rp 55 ribu per kilogram.

Bawang merah juga mengalami kenaikan harga. Sebelumnya, bawang merah dijual seharga Rp 28 ribu per kilogram, tetapi kini harganya sudah mencapai Rp 35 ribu. Sedangkan telur ayam walaupun mengalami kenaikan, tidak terlalu signifikan. Harganya naik dari Rp 27 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut diperkirakan disebabkan oleh berkurangnya hasil panen petani akibat cuaca buruk. Farida mengungkapkan, "Stok di Pasar Porong menipis, jadinya naik harga cabai dan bawang merah. Banyak yang busuk dan panennya sedikit di tingkatan petani." Hal ini menjelaskan mengapa komoditas tersebut melambung harganya di pasar.

Namun, meski harga cabai, bawang, dan telur naik, harga komoditas utama seperti beras, gula, dan minyak goreng tetap stabil. Farida menambahkan, "Ada beras SPHP, Minyakita, dan lainnya. Bawang putih juga normal Rp 38 ribu per satu kilogram." Ini menunjukkan bahwa tidak semua sembako mengalami kenaikan harga, dan beberapa barang masih terjangkau untuk masyarakat.