Menjelang bulan suci Ramadan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar mengeluarkan imbauan penting bagi para penjual takjil. Takjil adalah makanan kecil yang biasanya dijual untuk berbuka puasa. Dinkes meminta agar para penjual lebih memperhatikan aspek kesehatan dan kebersihan makanan yang mereka tawarkan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Blitar, Endang Purwono, menekankan bahwa kebersihan makanan adalah faktor utama yang harus dijaga. Menurutnya, makanan yang tidak bersih dapat membahayakan kesehatan masyarakat. "Kami meminta kepada penjual takjil untuk selalu memperhatikan kelayakan dan kebersihan bahan pangan yang mereka olah," ujarnya.
Selama bulan Ramadan, Dinas Kesehatan berencana melakukan supervisi langsung ke berbagai lapak penjual takjil, lauk pauk, dan sayur matang. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa makanan yang dijual aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Pengawasan ini penting untuk mencegah terjadinya kasus keracunan makanan yang bisa mengganggu ibadah puasa.
Dengan kebersihan yang terjaga, diharapkan masyarakat dapat menikmati hidangan buka puasa dengan aman dan sehat. Ramadan adalah waktu untuk berbagi dan berkumpul, sehingga kesehatan harus tetap menjadi prioritas bagi semua.
