Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Wabah ASF Menyebar di Desa Sedaeng dan Wonokitri

Jumlah kasus kematian babi di Desa Sedaeng dan Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, terus meningkat. Pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat tambahan 100 ekor babi yang mati, sehingga total kini menjadi 170 ekor. Ini merupakan kasus serius yang diakibatkan oleh African Swine Fever (ASF), atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan Demam Babi Afrika, penyakit menular yang sangat berbahaya bagi babi.

Menurut drh Ainur Alfiah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, dari total 170 ekor babi yang mati, 150 ekor berasal dari Desa Sedaeng dan 20 ekor dari Desa Wonokitri. "Pekan lalu, kami kembali ke sana untuk menyampaikan hasil uji lab setelah pengambilan sampel darah babi. Kami mendapat laporan dari Pemerintah Desa bahwa jumlah babi yang mati semakin banyak, terutama di Desa Sedaeng," ungkapnya.

Dengan meningkatnya jumlah kematian babi, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan meminta warga untuk mengambil langkah cepat. Beberapa langkah penting yang disarankan termasuk mengisolasi babi yang terinfeksi dan melakukan karantina ketat di area kandang yang terdampak. Warga juga dihimbau untuk melarang keluar masuk babi, produk babi, serta orang-orang yang tidak berkepentingan ke area tersebut.

Ainur Alfiah juga menekankan pentingnya penerapan biosecurity, yaitu langkah-langkah untuk mencegah penyebaran penyakit. Ini termasuk rutin mendisinfeksi kandang, mengelola limbah dengan baik, dan mengontrol lalu lintas ternak babi. "Yang pasti, harus ada penghentian sementara pergerakan babi dan produk turunannya ke area terdampak. Pastikan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut babi tidak menjadi sumber penyebaran virus," jelasnya.

Dari hasil uji laboratorium oleh Balai Besar Veteriner Wates, semua babi yang mati dinyatakan positif terinfeksi ASF. Maka dari itu, pengawasan terhadap babi yang masih sehat sangat diharapkan dari para pemilik di Desa Sedaeng dan Wonokitri.