Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan penilaian dan distribusi bantuan kedaruratan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Banyak rumah yang rusak karena berbagai faktor, termasuk badai dan petir.
Berdasarkan catatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terdapat empat rumah yang menjadi perhatian utama. Salah satunya adalah rumah milik Dasriani, yang tinggal di Dusun Cemoro, Desa Pucangsari, Kecamatan Purwosari. Rumahnya mengalami ambles seluas 2x2 meter akibat masalah pada septic tank.
Selanjutnya, rumah Ponisri di Dusun Krai, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, mengalami kerusakan parah. Plafon rumah tersebut rusak dan dindingnya hangus setelah disambar petir.
Selanjutnya, Suliha, warga Dusun Kandangsari, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, juga terdampak. Atap rumahnya lepas, sehingga hanya menyisakan teras dan dapur. Tak kalah parah, enam rumah lainnya di Dusun Kapuhrejo, Desa Lebakrejo, Kecamatan Purwodadi, mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa penilaian terhadap seluruh rumah yang terdampak sangat penting. "Setelah kejadian, kita lakukan penilaian untuk melihat sekaligus menghitung tingkat kerusakannya. Nanti bisa ditentukan kerusakannya tergolong ringan, sedang atau berat," ujarnya.
Setelah penilaian selesai, pemerintah akan mengusulkan perbaikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sambil melakukan penilaian, mereka juga mendistribusikan bantuan logistik pangan kepada para korban, yang terdiri dari sembako, makanan siap saji, serta tambahan gizi dan lauk pauk.
Selain itu, bantuan berupa sandang dan papan juga diperhatikan. Paket sandang, family kits, selimut, matras gulung, hingga terpal telah disiapkan untuk disalurkan kepada warga terdampak.
“Semua bantuan sudah kami salurkan kepada warga yang terdampak, dan mudah-mudahan bermanfaat,” ungkap Sugeng.
Sugeng juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. "Karena bencana itu terjadi kapan saja dan di mana saja. Kita harus meningkatkan kewaspadaan dan selalu berdoa agar dihindarkan dari segala kejadian yang membahayakan nyawa," harapnya.
