Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Peringatan Malaysia untuk Warganya di Inggris Terkait Kerusuhan Anti-Migran

Malaysia menjadi negara pertama yang mengeluarkan peringatan tentang perjalanan ke Inggris. Hal ini dilakukan menyusul terjadinya kerusuhan kekerasan yang ditujukan kepada migran di seluruh negeri tersebut. Kementerian Luar Negeri Malaysia mengingatkan warganya untuk waspada dan menjauhi area protes.

Dalam sebuah pengumuman pada hari Minggu, kementerian tersebut meminta semua warga Malaysia yang berada di Inggris untuk mendaftar di Kedutaan Besar Malaysia di London. "Warga Malaysia yang tinggal atau bepergian ke Inggris diimbau untuk menjauh dari daerah protes, tetap waspada, dan mengikuti pembaruan serta panduan terbaru dari pihak berwenang lokal," tegas pernyataan tersebut.

Di Inggris, Perdana Menteri Keir Starmer dijadwalkan mengadakan pertemuan darurat pada hari Senin. Pertemuan ini akan melibatkan para menteri dan polisi untuk membahas langkah-langkah dalam menghentikan kekerasan. Pertemuan ini terjadi satu minggu setelah tragedi di mana tiga gadis muda dibunuh di Southport saat mengikuti kelas tari.

Penyerangan tersebut, yang secara keliru dikaitkan dengan seorang migran Muslim, memicu kerusuhan kekerasan dari sekelompok orang sayap kanan. Mereka berkonflik dengan polisi dan menyerang bangunan yang diduga dihuni oleh pengungsi.

Salah satu tersangka, Axel Rudakubana, seorang remaja berusia 17 tahun yang merupakan warga negara Inggris kelahiran orang tua Rwandan Kristen, telah ditangkap atas tuduhan pembunuhan.

Perdana Menteri Starmer menyebutkan bahwa kekerasan yang terjadi saat ini merupakan yang terburuk dalam 13 tahun terakhir. Ia memperingatkan para perusuh bahwa mereka akan “menyesal” jika terlibat dalam kerusuhan tersebut. Menteri Dalam Negeri Yvette Cooper juga menegaskan bahwa “akan ada tindakan balasan” terhadap mereka yang terlibat.

Pada hari Minggu, rekaman yang disiarkan oleh BBC menunjukkan kelompok orang yang melakukan kerusuhan memaksa masuk ke Holiday Inn Express di Rotherham. Hotel tersebut saat itu menampung pencari suaka setelah mereka merusak jendela dan membakar tempat sampah di luar bangunan.

Setidaknya satu petugas polisi terluka akibat serangan tersebut, di mana kerumunan, beberapa di antaranya mengenakan bendera Inggris, melemparkan batu, botol bir, dan proyektil lainnya ke arah petugas.