Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, yang berusia 76 tahun, mengundurkan diri dan melarikan diri dari negara itu pada hari Senin. Keputusan ini diambil setelah berlanjutnya protes anti-pemerintah yang menyebabkan ratusan orang kehilangan nyawa.
Sumber dari militer dan pejabat di Kedutaan Besar Bangladesh di New Delhi mengonfirmasi bahwa Hasina telah meninggalkan ibu kota Dhaka untuk menuju ke “tempat yang aman”. Menurut laporan BBC, helikopter mantan perdana menteri tersebut sedang dalam perjalanan menuju India, meskipun sumber lain tidak dapat mengonfirmasi klaim tersebut secara independen.
Kejadian ini terjadi setelah media lokal melaporkan bahwa ribuan orang memasuki kediaman perdana menteri. Hal ini menyusul tindakan kekerasan terhadap para demonstran yang terjadi pada hari sebelumnya, yang mengakibatkan setidaknya 95 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.
Ketegangan di Bangladesh semakin memuncak akibat ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan Hasina. Banyak warga merasa frustrasi dengan kondisi politik dan ekonomi yang tidak stabil, serta pelanggaran hak asasi manusia yang dilaporkan terjadi selama demonstrasi.
Situasi ini menandakan perubahan besar dalam politik Bangladesh, di mana protes merupakan bagian penting dari cara rakyat mengekspresikan pendapatnya terhadap pemerintah.
