Pasukan Israel dilaporkan telah mengambil lebih dari 2.000 jenazah dari pemakaman di seluruh Jalur Gaza selama konflik yang sedang berlangsung. Pemerintah Gaza melalui kantor media mereka mengungkapkan bahwa beberapa jenazah dikembalikan dengan cara yang dianggap menodai martabat mereka yang telah meninggal.
Dalam pernyataannya, mereka menyebutkan, “Selama 304 hari genosida ini, pendudukan Israel telah menculik lebih dari 2.000 jasad para syuhada dan orang-orang yang sudah meninggal dari puluhan pemakaman di Jalur Gaza.” Militer Israel dikatakan telah menggunakan buldoser dan kendaraan militer untuk merobohkan makam-makam dan membalikkan tanah kuburan, yang dianggap sebagai tindakan yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan.
Pernyataan tersebut juga menambahkan bahwa “Tentara pendudukan Israel telah menodai martabat dari 89 jasad para syuhada, menyerahkan kembali dalam keadaan hanya tulang belulang dan tubuh yang membusuk.” Tindakan ini menimbulkan kemarahan di kalangan banyak orang karena dianggap sangat tidak etis dan melanggar hak asasi manusia.
Pengambilan jenazah ini menyoroti isu lebih besar terkait konflik berkepanjangan di daerah tersebut. Banyak yang merasakan bahwa tindakan ini bukan hanya merusak kenangan mereka yang sudah pergi, tetapi juga menciptakan trauma yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat di Gaza.
