Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Kabupaten Pasuruan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah resmi diluncurkan di Kabupaten Pasuruan sejak Senin (17/2/2025). Pelaksanaan program ini dipusatkan di dapur yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN), bertempat di Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan.

Sasaran dari program MBG kali ini adalah sebanyak 3.022 siswa, yang berasal dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Kecamatan Pandaan.

Salah satu sekolah yang menjadi penerima manfaat adalah SMAN 1 Pandaan. Di sekolah ini, tercatat 1.307 pelajar yang memperoleh makanan bergizi dengan menu yang berbeda setiap harinya.

Kepala SMAN 1 Pandaan, Teguh Hariawan, melalui Wakil Kepala Kesiswaan, Imad, menjelaskan bahwa pada hari pertama pelaksanaan program, menu yang disajikan untuk siswa adalah nasi, ayam goreng tepung (Kentucky), tempe goreng, tumis sawi putih dengan wortel, dan semangka potong.

Menu di hari kedua menyajikan nasi, ayam dengan saus asam manis, tahu goreng, tumis bayam dan jagung, serta semangka potong sebagai pencuci mulut. Menu yang bergizi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi siswa.

Imad juga mengungkapkan bagaimana respon siswa terhadap makanan yang diberikan. "Secara keseluruhan, semua siswa menerima dengan baik dan menyatakan bahwa masakannya enak, baik menu di hari pertama maupun di hari kedua," jelasnya.

Ketika ditanya mengenai lamanya program ini akan berlangsung di sekolah mereka, Imad mengatakan bahwa berdasarkan informasi awal, program MBG diperkirakan akan berlanjut hingga tanggal 26 Februari. Namun, sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai kelanjutan program setelah tanggal tersebut.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Aisyah, menyatakan bahwa menu yang disajikan pada hari pertama telah memenuhi standar gizi yang telah ditentukan. Aisyah juga menambahkan pentingnya pemantauan berkelanjutan dan penampungan keluhan dari para penerima manfaat.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan masukan yang dapat digunakan untuk melakukan perubahan menu, sambil tetap memastikan bahwa setiap menu sesuai dengan standar gizi yang sudah ditetapkan.