Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Workshop Sehat di Ponorogo Rayakan Hari Gizi Nasional

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-65, Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengadakan workshop dengan tema "Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat" pada Kamis, 13 Februari 2025. Acara ini diselenggarakan di aula Hotel Gajah Mada dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.

Peserta workshop terdiri dari perangkat daerah, ketua TP-PKK kecamatan se-Kabupaten Ponorogo, akademisi, ahli gizi, dan unsur kesehatan lainnya, termasuk Muslimat dan Fatayat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi yang seimbang.

Menurut Dyah Ayu Puspitaningarti, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, masalah asupan gizi yang tidak tepat masih menjadi penyebab utama adanya kasus gizi kurang dan gizi buruk di daerah tersebut. "Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pemenuhan gizi serta memperkuat sinergitas dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya peningkatan gizi masyarakat," jelasnya.

Beliau juga menggarisbawahi pentingnya pemenuhan gizi sejak dini. Kang Bupati Sugiri, dalam sambutannya, menekankan bahwa program "Desa Hebat" adalah salah satu langkah untuk memastikan generasi Ponorogo tetap sehat. Desa Hebat memiliki 9 kriteria, salah satunya adalah bebas dari stunting, yaitu kondisi di mana anak mengalami pertumbuhan yang terhambat akibat kekurangan gizi.

"Memulai bayi dengan gizi, dari hamilnya kita perhatikan. Saya mencanangkan Desa Hebat untuk memastikan generasi Ponorogo sehat dan hebat," tambah Kang Bupati.

Selain itu, Kang Bupati juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan anak-anak, terutama mengenai jajanan di sekolah. "Saya ingin mulai intervensi dan masuk ke kantin sekolah. Kita miris ketika ada anak umur 11 tahun ada yang stroke dan sebagainya. Nah, ini pasti problemnya makanan, makanya kantin tolong di cek betul," ungkapnya dengan nada serius.

Pada workshop ini, peserta juga mendapatkan materi dari berbagai pemateri, seperti Tenri Besse Sampeang, Ketua Dharma Wanita Ponorogo, yang membahas tentang peran keluarga dalam mendukung pemenuhan gizi. Sementara itu, Afifa Yulfina, seorang dietisien dari RSUD dr Soetomo Surabaya, menjelaskan tentang standar menu gizi seimbang untuk pencegahan masalah gizi di keluarga.