Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Bupati Ponorogo Tanam 4.450 Pohon untuk Cegah Kekeringan

Menanam pohon adalah salah satu cara untuk merawat lingkungan. Hal ini disampaikan oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dalam berbagai kesempatan. Pada Selasa, 11 Februari 2025, ia menunjukkan komitmennya dengan memimpin penanaman 4.450 pohon secara serentak di Dukuh Guyangan, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung.

Bersama Wakil Bupati Lisdyarita dan 15 kelompok relawan, Bupati Sugiri menanam berbagai jenis pohon penyimpan air. Desa Tugurejo dikenal sering mengalami kekeringan, sehingga langkah ini diharapkan dapat mengatasi masalah lingkungan yang ada di sana.

Kekeringan adalah kondisi ketika tanah tidak mendapatkan cukup air untuk tanaman tumbuh dengan baik. Bupati Sugiri berharap penanaman pohon ini akan meningkatkan kemampuan tanah untuk menyerap dan menyimpan air, terutama saat musim hujan, sehingga bisa digunakan ketika musim kemarau tiba. Menurutnya, "Awalnya di sini banyak tanaman penyimpan air, kini berganti menjadi tanaman yang tidak bisa menangkap air saat hujan. Akibatnya, terjadi kekeringan saat kemarau. Maka, kita tanami pohon agar 10 tahun ke depan bisa berfungsi sebagai resapan," jelasnya.

Bukan hanya menanam, Bupati Sugiri juga mengajak semua orang untuk merawat pohon-pohon yang telah ditanam. Ia menekankan pentingnya menjaga agar pohon-pohon tersebut bisa tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Ia menambahkan, "Yang lebih penting adalah bagaimana kita bersama-sama merawat pohon ini agar bisa tumbuh dengan baik."

Selain kegiatan penanaman, Bupati juga berencana membangun sumur dalam di area tersebut sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi kekeringan. Ia menjelaskan, "Kalau pohon ini hidup, pada awal 2026 saya akan siapkan sumur dalam sebagai sumur sela. Jadi, sebelum tanaman ini berfungsi penuh sebagai resapan, kita siapkan sumur dalam sambil menunggu tanaman tumbuh dan dirawat bersama."

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Masun, mengatakan bahwa Desa Tugurejo adalah salah satu dari 19 desa yang mengalami kekeringan. Ia menjelaskan bahwa perubahan vegetasi menjadi penyebab utama. Kawasan yang dulu ditumbuhi tanaman penyimpan air kini telah berubah menjadi lahan pertanian yang tidak mampu menyerap cukup air.

Untuk mengembalikan fungsi lahan sebagai area resapan, BPBD memilih berbagai jenis pohon dengan akar panjang yang dapat menyerap dan menyimpan air lebih baik. Ini menjadi langkah yang sangat penting untuk mengatasi masalah kekeringan di wilayah tersebut.