Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Distribusi Vaksin PMK di Kabupaten Pasuruan Capai 18 Ribu Dosis

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan distribusi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebanyak 870.000 dosis ke 38 Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur, termasuk Kabupaten Pasuruan. Vaksin PMK adalah obat yang diberikan kepada hewan ternak untuk mencegah penyakit yang bisa menular dan mengganggu kesehatan hewan, terutama sapi, kambing, dan domba.

Untuk Kabupaten Pasuruan, alokasi vaksin ini mencapai 18.000 dosis yang sudah diambil dari Kantor Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur pada Selasa (12/2/2025). Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah, mengungkapkan bahwa vaksin ini akan mulai disebar ke seluruh Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) di wilayah tersebut.

"Kami sudah mengambil 18 ribu dosis vaksin PMK di Kantor Dinas Peternakan Provinsi Jatim, dan hari ini kita mulai sebar ke semua Puskeswan," ungkap Alfiah saat ditemui di kantornya, Rabu (12/2/2025) siang.

Misi utama dari vaksinasi ini adalah untuk melindungi ternak sapi potong, kambing, dan domba. Sementara itu, seluruh sapi perah di daerah itu telah divaksinasi sebelumnya, terutama oleh Koperasi Unit Desa (KUD) dan Usaha Dagang (UD) Persusuan yang sudah melakukan vaksinasi secara mandiri.

Alfiah juga menjelaskan bahwa meskipun ada alokasi vaksin, jumlahnya tidak mencukupi untuk jumlah populasi sapi potong yang mencapai sekitar 87.000 hingga 88.000 ekor. Oleh karena itu, vaksin akan diprioritaskan disebar ke wilayah dengan kasus PMK yang cukup banyak, seperti Prigen, Pandaan, Purwodadi, Lekok, Beji, Winongan, Purwosari, Nguling, Puspo, dan beberapa daerah lainnya.

"Karena dosis vaksin yang datang jauh lebih sedikit, maka kita prioritaskan pada wilayah dengan kasus PMK yang lumayan banyak," jelasnya.

Selain vaksin, Kabupaten Pasuruan juga menerima bantuan obat-obatan untuk penanganan kasus PMK dan penyakit terkait lainnya. Obat yang diterima termasuk obat cacing, obat penurun panas, serta berbagai vitamin dan antibiotik yang diperlukan untuk kesehatan hewan ternak.

Ainur Alfiah menekankan pentingnya alokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing daerah untuk mendukung upaya penanggulangan wabah PMK. Ia berharap dengan adanya respon cepat ini, kesehatan hewan ternak di Kabupaten Pasuruan dapat terjaga dan stabil.