Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Penerbangan Terakhir Tiga Pesawat A-4 Sky Hawk di Indonesia

Tiga pesawat A-4 Sky Hawk dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar terbang menuju Lanud Adisutjipto, Yogyakarta pada penerbangan terakhir mereka. Dalam misi ini, pesawat yang dipiloti Mayor Pnb Jemi Trisonjaya bertindak sebagai pemimpin, sementara Mayor Pnb Singgih Hadi dan Kapten Pnb Bambang Pramuhadi bertindak sebagai wing man.

Namun, tidak lama setelah lepas landas, pesawat yang dipiloti Kapten Pnb Bambang Pramuhadi mengalami gangguan mesin. Akibatnya, ia harus mendarat darurat di Lanud Iswahjudi, sementara dua pesawat lainnya terus melanjutkan penerbangan mereka ke Lanud Adisutjipto.

Setibanya di Lanud Adisutjipto, Mayor Pnb Jemi Trisonjaya menyerahkan kedua pesawat tersebut kepada Danlanud Adisutjipto, Marsma TNI Benyamin Dandel. Proses penyerahan termasuk penandatanganan surat serah terima pesawat menjadi momen yang penuh emosi bagi seluruh awak pesawat. Setelah acara penyerahan selesai, ketiga penerbang melakukan sujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, merasakan campuran rasa sedih dan bangga.

Rasa sedih muncul karena pesawat yang mereka sebut "Si Bongkok" telah menemani mereka selama bertahun-tahun. Di sisi lain, mereka juga merasa bangga karena berhasil menyelesaikan misi terakhir bersama pesawat ikonik ini. Keberanian dan dedikasi penerbang serta teknisi yang terlibat dalam misi ini menjadi bagian dari cerita bersejarah di Monumen A-4 Sky Hawk yang terletak di AAU, Muspusdirla Lanud Iswahjudi dan Monumen Swa Bhuwana Paksa di Tebet Barat.

Pesawat A-4 Sky Hawk pertama kali tiba di Indonesia pada tanggal 4 Mei 1980 melalui suatu proyek bernama Operasi Alpha. Operasi Alpha merupakan usaha klandestin terbesar yang dilakukan oleh TNI AU untuk pengadaan 32 pesawat tempur A-4 Sky Hawk. Operasi ini dimulai pada pertengahan tahun 1979 dengan mengirimkan teknisi ke negara produsen pesawat, dilanjutkan dengan pengiriman para penerbang.