Pada Februari 2022, Jam'iyah Mudarosatil Qur'an Lil Hafizhat (JMQH) Ponorogo dideklarasikan sebagai wadah bagi perempuan yang menghafal Al-Quran di daerah Bumi Reog. Kini, JMQH telah berusia tiga tahun dan terus aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Al-Quran.
JMQH memiliki beberapa program penting, termasuk gerakan baca tartil, pemahaman Al-Quran, serta upaya menciptakan keluarga sakinah. Tujuannya adalah untuk mencetak generasi penghafal Al-Quran yang berkualitas. Kegiatan ini menunjukkan komitmen JMQH dalam meningkatkan pemahaman dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran.
Dalam rangka memperingati hari lahir yang ketiga, JMQH mengadakan acara khotmil Quran dan silaturahmi pada Sabtu, 8 Februari 2024, di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang mengungkapkan rasa bangganya atas keberadaan JMQH dalam masyarakat Ponorogo.
“Semoga JMQH semakin moncer, semakin ngremboko. Tugas kita bagaimana melahirkan generasi muda yang berkualitas, berakhlakul karimah, dan menjadikan Al-Quran sebagai bentengnya,” ujar Bupati Sugiri Sancoko dalam sambutannya.
Ketua JMQH Wilayah Jawa Timur, Umi Hasunah Zuem, juga memberikan pesan penting kepada para anggota JMQH. Ia menekankan pentingnya mengikuti rumus BHS dalam menyebarkan syiar Al-Quran di Ponorogo.
Umi menjelaskan bahwa B berarti saling bantu, berkomunikasi, dan belajar bersama. H merujuk pada sikap hormat, rendah hati, dan bahagia, sedangkan S berarti saling menyayangi, bersabar, dan saling menyapa. “Saya memberikan BHS sebagai bekal untuk men-syiar-kan Al-Quran di Bumi Reog Ponorogo,” tambahnya.
Acara ini menjadi momentum bagi JMQH untuk terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih mencintai Al-Quran dan menjadikannya sebagai panduan hidup sehari-hari. Dengan harapan, JMQH dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas tetapi juga berakhlak baik.
