Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Tasyakuran Memperingati Hari Pers Nasional 2025 di Pasuruan

Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2025, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan mengadakan acara tasyakuran pada hari Selasa, 11 Februari 2025. Acara ini bertempat di Balai Wartawan Pasuruan dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, seperti Walikota Pasuruan, Adi Wibowo, serta Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis. Selain itu, Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Daviz Busin Siswara dan anggota Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) juga hadir, bersama beberapa perusahaan lokal yang berkontribusi.

Acara tasyakuran dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Panitia, Abdul Fuad. Doa ini khusus dipanjatkan untuk mengenang beberapa jurnalis dari PWI Pasuruan yang telah meninggal dunia, antara lain almarhum Musyawwir dari ANTARA, Johar Mahmudi dari Radar Bromo, Abdul Azis dari Harian DUTA, Abdus Syukur dari SURYA, Sulistiawan dari Harian Bangsa, dan Rifqi Zakariah dari TV 9.

Selepas doa, rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pejabat. Ketika memberikan sambutannya, Ketua PWI Pasuruan, Ziaul Haq, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dalam mendukung kegiatan jurnalistik di kota itu. "Terima kasih kepada Pemkot dan Pemkab Pasuruan, juga kepada Forpimda dan perusahaan yang ikut menyukseskan acara sederhana ini," ungkap Ziaul.

Lebih lanjut, Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, menjelaskan pentingnya peran pers dalam demokrasi. Ia menekankan bahwa pers harus menyajikan informasi yang benar dan akurat, bukan berita palsu atau hoax. "Tugas Pers saat ini bagaimana menyajikan sebuah informasi yang benar, akurat untuk membetulkan apa yang selama ini menjadi hoax alias berita bohong yang tersebar di masyarakat," katanya. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan sebuah kebijakan pemerintah dapat dilihat dari seberapa banyak berita yang dilansir oleh wartawan.

"Mau kita bekerja jungkir balik, pontang panting membangun kalau tidak tersampaikan melalui media, ya percuma. Masyarakat akan kesulitan memahami detailnya tanpa bantuan media. Makanya peran media itu sangat urgent," terangnya kepada para media yang hadir.

Acara berakhir dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur atas keberadaan pers yang terus memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.