Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang signifikan pada Senin, 5 Agustus. Di sesi pertama perdagangan, IHSG anjlok 1,99% ke level 7.162,60. Penurunan ini dipicu oleh kerugian di beberapa sektor utama, termasuk IDX-Basic yang turun 2,62%, IDX-Energy 2,58%, dan IDX-Industry 2,32%.
Di sesi kedua, IHSG semakin terpuruk dan jatuh lebih dari 4%, mencapai level 6.999. Jika dilihat dari kinerja tahun ini, IHSG mencatatkan penurunan sebesar 3,61% year-to-date (YTD). Banyak saham perbankan besar juga merasakan dampak negatif, dengan BBRI turun 2,76%, BMRI 3,31%, BBCA 2,45%, dan BBNI 2,75%.
Saham-saham lainnya yang mengalami penurunan tajam termasuk BREN dengan penurunan 9,88%, BRPT 7,80%, dan CUAN yang anjlok 10,15%. Selain itu, AKRA turun 6,56%, sedangkan MBMA mencatatkan penurunan paling parah, yaitu 11,02%.
Dari sisi global, bursa saham di Wall Street, Amerika Serikat, juga mengalami aksi jual di akhir pekan lalu. Indeks Nasdaq Composite bahkan sudah memasuki wilayah koreksi setelah laporan pekerjaan yang lemah meningkatkan kekhawatiran tentang kemungkinan terjadinya resesi. Di Asia, saham Jepang, termasuk Nikkei 225 dan Topix, turut merosot lebih dari 13%.
Banyak orang bertanya-tanya, kemana arah IHSG yang saat ini terus mengalami koreksi? Sektor mana dan saham apa yang direkomendasikan di tengah situasi yang penuh tantangan ini? Untuk mendapatkan berbagai analisa dan rekomendasi, saksikan pembahasannya di IDX 2nd session closing, yang akan disiarkan secara langsung pada pukul 15:30 WIB. Anda bisa menyaksikannya di IDX Channel melalui beberapa saluran TV atau streaming secara online.
