Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) menyatakan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Abdul Rokhim, seorang pejuang lingkungan yang dikenal berjuang melawan dampak dari bencana lumpur Lapindo. Abdul Rokhim berasal dari Desa Besuki Timur dan telah menjadi simbol perjuangan masyarakat yang terdampak bencana tersebut.
Perjuangan Abdul Rokhim melawan dampak lumpur Lapindo berlangsung sepanjang hidupnya. Bencana ini dimulai pada tahun 2006, ketika pipa gas meledak dan memicu keluarnya lumpur panas yang mengubah wajah desa dan kehidupan warganya. Aroma busuk dari lumpur yang menyebar di sekitar menyebabkan banyak masalah kesehatan dan sosial bagi penduduk.
Selama masa hidupnya, Abdul Rokhim aktif memelopori berbagai upaya sosial dan ekonomi untuk pemulihan warganya. Ia mengorganisir kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membantu mereka yang kehilangan rumah serta mata pencaharian akibat bencana.
Keberanian Abdullah Rokhim dan dedikasinya dalam membantu sesama akan dikenang selamanya oleh warga Besuki Timur dan telah meninggalkan warisan yang berharga bagi perjuangan pemulihan bencana lingkungan di Indonesia.
