Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan deras disertai angin kencang dalam beberapa hari mendatang. Peringatan ini disampaikan setelah terbentuknya siklon tropis Taliah di Samudra Hindia, khususnya di selatan perairan Bali.
Siklon tropis adalah sistem cuaca yang dapat menyebabkan angin kencang dan hujan lebat. Kewaspadaan ini ditujukan untuk semua warga, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyampaikan informasi penting terkait cuaca ekstrem ini.
"Beberapa hari ini mulai tanggal 7 Januari 2025 cuaca ekstrem terutama angin kencang, dampak dari siklon tropis Taliah di Samudera Hindia. Karena itu, nelayan wilayah pesisir, seperti Lekok, Nguling, dan Kraton, harus lebih waspada," ujar Sugeng. Ia juga menghimbau kepada warga yang tinggal di pegunungan agar tidak melanjutkan aktivitasnya jika terjadi hujan dan angin kencang.
Menurut Sugeng, khususnya saat berkendara, masyarakat harus ekstra hati-hati. Hal ini penting untuk menghindari kecelakaan akibat pohon tumbang yang bisa terjadi saat hujan deras dan angin kencang.
Dalam beberapa hari terakhir, pada hari Sabtu, 8 Februari 2025, angin kencang telah melanda beberapa kecamatan di Pasuruan, termasuk Rembang, Wonorejo, Sukorejo, Purwosari, dan Prigendan Rejoso. Akibat dari cuaca buruk ini, sekitar 56 rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
"Kemarin juga terjadi angin kencang di wilayah Kecamatan Beji, Bangil, dan Kejayan. Total ada 17 rumah rusak. Ini masih kami lakukan assessment. Angin kencang juga mengakibatkan 7 pohon tumbang di ruas jalan besar dan sudah kami evakuasi," tambah Sugeng.
BPBD Pasuruan tidak hanya memberikan peringatan tetapi juga telah menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena dampak. Mereka memiliki rencana tindakan darurat yang sudah disiapkan untuk menghadapi situasi setelah bencana terjadi.
Masyarakat diharapkan tetap menjaga kesiapsiagaan serta mengikuti informasi terkini dari pemerintah guna menghindari dampak yang lebih besar dari cuaca ekstrem ini.
