Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Indonesia kini menduduki peringkat kedua sebagai negara tujuan investasi digital terbesar di Asia Tenggara. Nilai investasi digital di Indonesia mencapai USD21,97 miliar. Hal ini menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam sektor teknologi dan keuangan digital.
Di kawasan ASEAN, sektor e-commerce Indonesia memberikan kontribusi besar dengan menyumbang sekitar 40 persen dari total pangsa pasar. E-commerce adalah transaksi jual beli barang dan jasa yang dilakukan secara online. Berkat kemajuan ini, Indonesia berhasil mengungguli Vietnam dan Malaysia yang berada di posisi ketiga dan keempat, dengan nilai investasi masing-masing sebesar USD18 miliar dan USD17 miliar.
Meskipun Indonesia masih tertinggal dari Singapura, yang meraih investasi sebesar USD141 miliar, pencapaian ini tetap merupakan langkah maju. Airlangga menjelaskan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menarik investasi tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran yang lebih efektif dan efisien.
Lebih lanjut, daya saing Indonesia juga telah mengalami peningkatan yang mengesankan, naik sebanyak 11 peringkat ke posisi 45 pada tahun 2023. Ini merupakan perkembangan yang positif, mengingat pada tahun 2019, daya saing Indonesia tercatat masih berada di posisi 56. Progres ini menandakan adanya usaha yang lebih baik dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Anda dapat menyaksikan pembahasan lebih lanjut mengenai topik ini dalam program Market Review yang dipandu oleh Prasetyo Wibowo pada Selasa, 6 Agustus 2024, pukul 10.00 – 10.30 WIB. Program ini akan ditayangkan secara langsung di IDX Channel dan bisa disaksikan melalui berbagai saluran televisi dan platform streaming.
