Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan hasil perhitungan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal kedua tahun 2024. Angka pertumbuhan mencapai 5,05% secara tahunan. Angka ini menunjukkan perlambatan jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang membukukan pertumbuhan sebesar 5,11%.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas harga berlaku telah mencapai Rp5.536 triliun. Sementara itu, jika dihitung atas dasar harga konstan, PDB Indonesia mencapai Rp3.231 triliun. Dengan data ini, pertumbuhan ekonomi secara kuartalan hanya meningkat sebesar 3,79%.
Konsumsi rumah tangga, yang merupakan salah satu indikator penting dalam ekonomi, tercatat tumbuh sebesar 4,93%. Namun, beberapa komoditas mengalami pertumbuhan yang tidak sebaik tahun lalu. Khususnya, konsumsi untuk transportasi dan pakaian jadi mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mungkin lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang untuk barang-barang tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut dan pembahasan mendalam mengenai pertumbuhan ekonomi ini, masyarakat dapat menyaksikan program Market Review yang dipandu oleh Prasetyo Wibowo. Acara ini akan ditayangkan pada hari Selasa, 6 Agustus 2024, mulai pukul 10.30 hingga 11.00 WIB di IDX Channel.
