Kota Pasuruan – Menjelang peringatan Hari Jadi Kota Pasuruan yang ke-339, berbagai kegiatan digelar untuk merayakannya. Pada Jumat sore, tanggal 7 Februari 2023, ribuan warga memadati area makam Mbah Slagah untuk mengikuti tradisi Bari'an. Tradisi ini merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat atas nikmat pembangunan yang telah diberikan kepada Kota Pasuruan.
Acara Bari'an diawali dengan pembacaan maulid dan tahlil, dilanjutkan dengan pembacaan doa, dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng. Meskipun cuaca hujan, semangat warga yang hadir tidak surut untuk menjaga dan melestarikan tradisi ini. Tradisi Bari'an tidak hanya sekedar acara, tetapi juga menjadi momen penting untuk saling berkumpul dan mendoakan para leluhur serta para pahlawan.
Ustad Abdul Kholiq, selaku pengurus makam Mbah Slagah, menekankan pentingnya menjaga tradisi ini. “Dalam tahun terakhir ini Kota Pasuruan mengalami peningkatan wisata religi, khususnya ziarah di makam-makam para Aulia'. Kegiatan Bari'an ini menjadi rutinitas dan semoga bisa menjadi ikon wisata religi yang lebih dikenal,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Pasuruan diwakili oleh Asisten III, Yudi Andi Prasetyo, juga hadir untuk memberikan sambutan. Ia menambahkan, “Bari'an ini merupakan awal dari rangkaian acara memperingati Hari Jadi Kota Pasuruan ke-339. Diadakan di sini karena Mbah Slagah adalah pendahulu kita yang banyak berjasa bagi perkembangan kota ini.”
Yudi mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mewujudkan Kota Pasuruan sebagai destinasi wisata religi yang semakin baik. Ia mengatakan, “Dengan tema peringatan tahun ini, 'Bergerak Dengan Hati, Membangun Kota Pasuruan yang Berkelanjutan', mari kita tingkatkan kerja sama dan menjaga kebersihan lingkungan.”
Acara Bari'an diharapkan menjadi lebih dari sekedar tradisi, tetapi juga sebagai wadah untuk mengingat pentingnya nilai-nilai yang dibawa oleh para pahlawan yang telah berjuang untuk masyarakat Kota Pasuruan.
