Pemerintah Kabupaten Pasuruan memastikan bahwa semua warga yang terdampak oleh fenomena tanah gerak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, telah berhasil diungsikan ke tempat yang lebih aman. Hal ini disampaikan oleh Penjabat Bupati Pasuruan, Nurkholis, ketika meninjau kondisi terakhir di lokasi kejadian pada hari Kamis, 30 Januari 2025.
Nurkholis menjelaskan bahwa mayoritas warga telah dipindahkan ke SDN Cowek 2, sementara sebagian kecil memilih untuk mengungsi ke rumah sanak keluarga mereka. Ia mengatakan, “Semua sudah kami ungsikan. Ada sebagian kecil warga yang memilih untuk mengungsi di rumah saudaranya. Ya monggoh, yang penting tempatnya aman.”
Selama proses pengungsian, Nurkholis menjamin bahwa semua kebutuhan logistik untuk warga terdampak akan terpenuhi. Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menyiapkan bantuan darurat yang mencakup makanan siap saji, nasi kotak, selimut, matras, dan bantuan lain yang dibutuhkan. Ia menegaskan, “Kami jamin logistik untuk warga terdampak aman. Makanan siap saji, nasi kotak, selimut, matras dan lainnya semuanya telah kami distribusikan.”
Dari hasil pantauan di lapangan, Pj Bupati Nurkholis mengunjungi sekitar 5 hingga 6 rumah yang terdampak. Ia mengungkapkan bahwa kondisi rumah-rumah tersebut cukup parah dan tidak layak untuk dihuni. “Dengan catatan tetap waspada,” imbuhnya. Nurkholis meminta warga untuk mengemas perabotan rumah mereka dan segera memindahkannya ke tempat yang lebih aman.
Ia juga menyampaikan, “Selamatkan barang berharga dan perabotan rumah yang dirasa penting untuk dibawa, dan dipindah ke tempat yang lebih aman.” Kejadian tanah gerak ini tergolong sebagai fenomena geologi, di mana lapisan tanah atau tanah bergeser secara tiba-tiba yang dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan.
Lebih lanjut, Nurkholis menginformasikan bahwa pada hari yang sama, Tim Terpadu dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan turun ke lokasi. Tujuan mereka adalah untuk mengidentifikasi penyebab fenomena tanah gerak dan langkah-langkah yang harus diambil setelah mendapatkan kesimpulan. "Siang ini ada Tim Terpadu dari Pemprov yang akan asesmen tentang penyebabnya apa? bahaya atau bagaimana? seberapa bahaya untuk ke depannya? semuanya akan kita ketahui siang sampai sore nanti," tegasnya.
