Pemerintah Kabupaten Pasuruan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, telah bergerak cepat setelah terjadinya tanah gerak yang menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 29 Januari 2025, sekitar petang.
Pada Kamis pagi, 30 Januari 2025, Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Nurkholis, bersama Kepala BPBD, Sugeng Hariyadi, langsung meninjau lokasi bencana. Mereka tidak hanya melihat langsung kerusakan tetapi juga menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak. Bantuan yang diberikan meliputi makanan siap saji, obat-obatan, serta perlengkapan rumah tangga yang diperlukan.
“Pertama kita akan cek lagi kira-kira penyebabnya apa. Apakah di bawah rumah warga itu ada sumber air atau apa sehingga menyebabkan retakan,” ungkap Nurkholis. Ia juga menambahkan bahwa tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan turun ke lapangan untuk melakukan kajian mengenai kondisi tersebut.
Setelah kejadian, puluhan warga yang rumahnya mengalami kerusakan langsung diungsikan ke SDN Cowek 2. Sebanyak 57 orang dari 47 Kepala Keluarga (KK) saat ini masih berada di lokasi pengungsian tersebut.
"Kedua, ini tadi sudah dilakukan asesmen berapa jumlah rumah warga yang rusak parah dan rusak ringan. Akan diinventarisir dulu," lanjutnya. Nurkholis juga menjelaskan bahwa untuk sementara, warga yang posisinya berbahaya akan diungsikan demi keselamatan mereka.
Dalam kunjungannya, Pj. Bupati Nurkholis berharap agar BPBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera melakukan kajian terhadap penyebab tanah gerak. Kajian ini akan menjadi pijakan bagi langkah-langkah Pemerintah Kabupaten Pasuruan selanjutnya dalam menangani bencana.
“Saya harap bantuan dari Pemprov Jatim akan segera datang. Sehingga bisa diambil langkah-langkah berikutnya. Nanti kalau ahli terpadu sudah datang, di sana kan ada tim ahli Geologi dan Air Tanah dari ITS untuk mengetahui penyebabnya,” tandasnya.
