Breaking News
KPK Serahkan Aset Rampasan Negara Berupa Tanah kepada Pemerintah Aceh dan Pasuruan     Perkembangan Terbaru Konflik Israel dan Palestina     Mark Ruffalo Menyarankan Cara Presiden Biden Akhiri Kekerasan di Gaza     Kontroversi Pengajaran Sejarah Kolonisasi di Prancis     Anwar El Ghazi Dapat Ganti Rugi dari Mainz Usai Putusan Pengadilan    

Fenomena Tanah Gerak Melanda Kabupaten Pasuruan

Fenomena tanah gerak yang tak biasa terjadi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Puluhan rumah di RT 01 RW 08 Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi mengalami kerusakan serius akibat pergeseran tanah yang terjadi. Para warga merasakan dampak dari kejadian ini sejak Selasa sore, tanggal 28 Januari 2025.

Tanah gerak adalah fenomena alam yang terjadi saat bagian permukaan tanah bergeser atau bergerak, sering kali disebabkan oleh faktor alam seperti hujan lebat, gempa bumi, atau aktivitas manusia. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan pada bangunan dan menggangu aktivitas sehari-hari penduduk.

Darmanto, salah satu warga yang terdampak, mengungkapkan rasa kagetnya ketika melihat tembok rumahnya mulai retak-retak. Ia juga melihat lantai keramik di rumahnya pecah dan mengelupas. "Kemarin lihat lantai nya pecah dan mengelupas disertai bunyi keras. Tembok ruang tamu saya juga retak dan pecah," tuturnya pada Kamis, 30 Januari 2025.

Karena kondisi yang tidak aman, Darmanto dan sekitar lima anggota keluarganya terpaksa meninggalkan rumah. Ia menyatakan, "Mau balik ke rumah takut longsor, mending ditinggal saja." Hal ini menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi oleh warga di daerah tersebut.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, fenomena tanah gerak ini telah menyebabkan kerusakan parah pada 16 rumah yang berada dekat dengan tebing. "Paling parah ada 16 rumah warga terdampak, dan posisinya kebanyakan dekat dengan tebing," jelasnya.

Sugeng menjelaskan bahwa total terdapat 47 rumah yang terkena dampak tanah gerak tersebut. Dari jumlah tersebut, 16 rumah mengalami kerusakan paling parah, sementara yang lainnya rusak dalam kadar sedang dan ringan. Total warga yang menghuni 47 rumah tersebut mencapai 176 orang. "Kalau total KK-nya ada 47 KK. Sedangkan yang parah ada 16 rumah dengan 57 orang penghuninya. Kalau total warga terdampak ada 176 jiwa," ungkapnya.

Untuk memastikan keselamatan warganya, semua penghuni yang terdampak telah diungsikan ke SDN Cowek 2 sebagai tempat penampungan sementara. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat untuk menangani dan memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak. Warga kini berharap mendapatkan bantuan dan segera bisa kembali ke rumah mereka saat situasi sudah aman.